Breaking News:

Laboratorium Fokus Covid-19 Tersertifikasi Internasional di Bali Sudah Tersedia Demi Pariwisata

Sebagai daerah pariwisata, Bali harus terus berbenah untuk menyambut momentum kebangkitan pariwisata pasca-pandemi Covid-19.

Dok. pribadi
Enggartiasto Lukita 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Sebagai daerah pariwisata, Bali terus berbenah untuk menyambut momentum kebangkitan pariwisata pasca-pandemi Covid-19.

Laboratorium fokus Covid-19 yang tersertifikasi global yang dihadirkan oleh Intibios Lab di Benoa melengkapi persiapan itu.

“Infrastruktur kesehatan berstandar internasional ini sangat penting bagi kebangkitan pariwisata Bali dan juga Indonesia. Kita harus mampu membangun kepercayaan masyarakat internasional bahwa Bali aman dan sehat selama kita semua memenuhi protokol kesehatan. Dengan kepercayaan itu, pariwisata Bali akan menggeliat dan ekonomi akan pulih,” kata Direktur Utama Intibios Lab, Rio Abdurrachman kepada media, Minggu (9/5/2021).

Seperti diketahui, Intibios Lab adalah jaringan nasional laboratorium yang telah beroperasi di sejumlah kota di Indonesia, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Cirebon, Lampung, Karawang, Bogor, Semarang, dan Sidoarjo.

Di Jakarta, selain laboratorium di dua lokasi, juga menyediakan layanan drive through di salah satu gedung perkantoran terkemuka di kawasan bisnis Sudirman-Thamrin.

Sejak awal, laboratorium ini diakui Rio Abdurrachman dirancang sebagai lab khusus yang fokus pada PCR swab test, antigen swab test, tes serologi, dan pengujian lain yang berhubungan dengan penanganan Covid-19. Tujuannya, agar dapat dikeluarkan hasil yang cepat dan akurat.

Dalam menghadirkan laboratorium fokus Covid-19 di Bali, Intibios Lab bekerja sama dengan Trinity Medika yang telah mendapatkan sertifikasi dari VFS Global, perusahaan layanan visa terbesar di dunia.

Selain itu, layanan dari Intibios telah masuk dalam Accredify, apps “paspor kesehatan digital” (semacam eHAC) yang berpusat di Singapura.

Peresmian laboratorium sudah dilakukan di Benoa Square, sejak Rabu (5/5/2021) dan Rio mengaku cukup puas setelah peresmian dilakukan.

Intibios Lab adalah buah kolaborasi sejumlah pelaku usaha, dokter, dan tenaga ahli laboratorium setelah melihat Indonesia masih mengalami keterbatasan jumlah laboratorium untuk memenuhi rasio pengujian Covid-19 sesuai rekomendasi WHO.

Kolaborasi ini digagas Enggartiasto Lukita, pengusaha senior dan mantan Menteri Perdagangan RI 2016-2019 bersama pengusaha Sumadi Seng, Belly Budiman, Then Herry, dan Rio Abdurrachman, serta Dr. Nanny Djaya.

Dalam peresmian laboratorium di Bali, dilaksanakan video conference dengan perwakilan VFS Global di Dubai dan Accredify di Singapura.

Para juru bicara perusahaan tersebut mengungkapkan optimismenya terhadap operasi Intibios Lab di Bali yang telah memenuhi standar internasional.

CEO Trinity Medika Andrew menyampaikan rasa bangga karena dapat berpartisipasi dalam menyiapkan kebangkitan pariwisata dan perekonomian Bali.

“Dari awal kami selalu percaya bahwa Intibios Lab adalah kolaborasi antara bisnis dan kemanusiaan. Saya bangga bisa menjadi bagian dari kebangkitan Bali,” ujar Andrew diacara yang sama .

Acara kunjungan tersebut ditutup dengan penjelasan dan tour ke dalam fasilitas sehingga undangan dan wartawan mendapat bagaimana keandalan laboratorium yang telah memenuhi standar internasional, termasuk Biosafety Level (BSL) 2, dan bisa melakukan pengujian secara cepat dan akurat.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved