Breaking News:

Sebelum Dibunuh, Sebulan Terakhir Ini Budi Damanik Dikabarkan Jarang Pulang ke Rumah

Budi meninggalkan rumah sekitar sebulan yang lalu saat ketahuan memukuli anak tirinya hingga berdarah di wajah

TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng
Lokasi kontrakan Budi di Kavling Bukit Makmur. Seorang warga Sengkuang yang merupakan tetangga Budi mengaku jarang melihat Budi pulang ke rumah sebelum korban dibunuh orang tak dikenal. 

Kronologi Kejadian

Seorang pria yang belakangan diketahui bernama Budi Damanik, ditemukan tewas di depan Pasar Samarinda Jodoh Minggu, (9/5/2021) sore. 

Pria berusia 42 tahun tersebut menghembuskan nafas terakhir setelah ditusuk menggunakan pisau dapur oleh orang tak dikenal.

OP, seorang saksi mata mengatakan, Budi merupakan warga Kavling Bukit Makmur, RT 02, RW 013, Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar Batam yang kesehariannya membantu istrinya berjualan cendol di sekitar Tos 3000 Nagoya, Batam.

"Almarhum tidak ada kerjaan tetap dan setiap hari hanya mondar mandir di sekitar pasar Tos 3000 ini saja.

Dia sesekali membantu istrinya berjualan cendol," kata OP.

Saat peristiwa berdarah itu, OP mengaku sedang berada tidak jauh dari lokasi tersebut. 

"Tadi saya sempat melihat pelaku melarikan diri ke arah Top 100 Jodoh, seusai menusuk Budi," lanjutnya.

Suasana di sekitar lokasi kejadian tampak rami.

Mereka terlihat mengelilingi pusat lokasi yang sudah dipasang police line.

Budi yang sudah meninggal dunia menggunaan baju berwarna merah, celana jins berwarna biru tua, mengenakan topi berwarna hitam dan tampak sebuah pisau dapur masih menempel di tulang rusuk bagian kiri.  

Warga terlihat kebingungan bahkan sebagian besar terlihat menangis histeris sembari mengeluarkan kata-kata kasian.

Selanjutnya, mayat Budi dievakuasi oleh polisi Polsek Lubuk Baja menggunakan mobil ambulance ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk penyelidikan lebih lanjut. 

Saat kejadian tersebut, tubuh Budi yang mengenakan topi berwarna hitam tergeletak di tengah tengah jalan tepat di depan gerbang Samarinda Shopping Center.

Salah seorang pedagang yang tidak ingin disebut namanya itu mengatakan, kejadian tersebut bermula dari pertengkaran antara kedua pelaku dan korban sehingga terjadi pembunuhan.

"Tadi saya mau pulang bang, tapi ada orang kelahi. Kondisi pasar juga lumayan sepi, tidak lama setelah itu ada orang teriak kalau yang kelahi itu salah satunya di bunuh. Saya juga ga tau dibunuh pakai apa," kata si pedagang itu. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Artikel ini telah tayang di TribunBatam.id dengan judul Sebelum Dihabisi Orang, Budi Disebut Jarang Pulang Setelah Pukul Wajah Anak Tiri hingga Berdarah

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved