Breaking News:

Perahu Terbalik di Kedung Ombo

Basarnas Jateng: Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo Bukan karena Selfie

Tragedi terbaliknya perahu di Waduk Kedung Ombo (WKO) disebut Basarnas bukan terjadi akibat adanya penumpang yang ingin swafoto atau selfie.

TribunSolo.com/Istimewa
Perahu terbalik yang dinaiki belasan wisatawan di Wadung Kedung Ombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Sabtu (15/5/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Tragedi terbaliknya perahu di Waduk Kedung Ombo (WKO), tepatnya di wilayah Dukuh Bulu, Wonoharjo, Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), disebut Basarnas bukan terjadi akibat adanya penumpang yang ingin swafoto atau selfie.

Hal itu diungkapkan Kasi Ops Basarnas Jateng, Agung Hari Prabowo, berdasar sejumlah informasi yang dihimpun dari berbagai pihak.

"Saat kami gali informasi, informasi yang kami dapat, sebenarnya bukan karena ada yang selfie," ungkap Agung dalam program diskusi Overview Tribunnews.com, Kamis (20/5/2021).

Agung menyebut, penyebab pasti kecelakaan yang merenggut 9 nyawa itu karena kelebihan kapasitas.

"Kalau kita lihat dari kapal yang membawa penumpang 20 orang dari dermaga ke warung makan apung itu, bisa dibilang kapasitasnya tidak sampai 14 orang, maksimal di 14 orang," ujar Agung.

Agung menyebut, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencari dugaan kuat penyebab kecelakaan tersebut.

Tim gabungan evakuasi di antaranya Basarnas membawa kantong berisi korban tenggelam di Waduk Kedung Ombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Minggu (16/5/2021).
Tim gabungan evakuasi di antaranya Basarnas membawa kantong berisi korban tenggelam di Waduk Kedung Ombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Minggu (16/5/2021). (TribunSolo.com/Dok Basarnas)

Baca juga: Pakar Transportasi Sebut Aspek Keselamatan di Waduk Kedung Ombo Masih Kurang

Pengakuan Saksi Mata

Meski ada yang menyebut tragedi itu dikarenakan adanya penumpang perahu yang ingin selfie, namun Agung mengungkapkan ada temuan dari keterangan saksi mata.

"Saksi mata menyampaikan kepada kepolisian, pada saat perjalanan dari dermaga ke warung apung, kondisi (dalam) kapal sudah digenangi air," ungkapnya.

Agung menilai, hal itu yang menyebabkan sejumlah penumpang yang sebagian besar merupakan perempuan menjadi panik.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved