Breaking News:

Penanganan Covid

Kapolri Siapkan Manajemen Kontijensi untuk Tekan Lonjakan Kasus Baru Covid-19 di Kudus

Kapolri akan menguatkan test Swab RT-PCR dan edukasi soal 3M (cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak) serta 3T (testing, tracing dan treatment)

ist
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan beberapa pihak terkait turun langsung dalam penanganan lonjakan virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan beberapa pihak terkait turun langsung dalam penanganan lonjakan virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Sigit mengungkapkan, dalam penanganan lonjakan virus corona di Kudus, saat ini, setidaknya sudah disiapkan beberapa manajemen kontinjesi untuk menekan dan mencegah penyebaran virus corona di Kudus.

Salah satu manajemen kontinjensi adalah dengan menguatkan test Swab RT-PCR dan edukasi soal 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak) serta 3T (testing, tracing dan treatment.

Baca juga: Panglima TNI Perbantukan Nakes Bantu Tekan Tingginya BOR di Kudus dan Bangkalan

Masyarakat yang hasil Swab Antigennya reaktif maka akan langsung dilakukan test RT-PCR.

"Yang selesai di tracing dan reaktif langsung di arahkan untuk tidak keluar rumah dan isolasi mandiri sampai dengan RT-PCR keluar," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (6/6/2021).

Nantinya, Sigit menekankan, masyarakat yang melakukan isolasi mandiri bakal dilakukan pengawasan ketat oleh aparat TNI-Polri. Hal itu demi mencegah penyebaran virus corona ke warga lainnya.

"Diawasi petugas TNI-Polri di PPKM Mikro, ini untuk mencegah agar yang reaktif tidak menular ke masyarakat yang lain," ujar eks Kapolda Banten itu.

Selain itu, eks Kabareskrim Polri ini menyatakan, masyarakat yang positif virus corona melalui RT-PCR melakukan isolasi mandiri di rumah bakal langsung dipindahkan ke tempat rujukan yang telah disiapkan.

"Evakuasi yang saat ini melaksanakan isolasi mandiri di rumah digeser ke Asrama Haji Donoyudan sebagai rujukan isolaso mandiri pusat di Jateng denhan alokasi 800 tempat tidur, dilengkapi tenaga kesehatan dan penjagaan ketat dari TNI-Polri," ucap Sigit.

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19 Gelanggang Olahraga Tri Lomba Juang ditutup sementara mulai Senin (7/6/2021). Penutupan dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Suhindoyo mengatakan, penutupan ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19. Pasalnya, GOR milik pemerintah tersebut seringkali menjadi tujuan masyarakat untuk berolahraga. Kami antisipasi dampak dari Kabupaten Kudus karena banyak warga Kudus dirawat di RSUD. Covid-19 di Kota Semarang juga mengalami peningkatan. Kemudian, Pak Wali ambil kebijakan untuk hati-hati dan menutup GOR terlebih dahulu, papar Suhindoyo. Selama penutupan, Dispora akan melakukan pembersihan semua fasilitas yang ada di Tri Lomba Juang sembari menunggu Covid-19 kembali melandai. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Untuk mengantisipasi penularan Covid-19 Gelanggang Olahraga Tri Lomba Juang ditutup sementara mulai Senin (7/6/2021). Penutupan dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Suhindoyo mengatakan, penutupan ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19. Pasalnya, GOR milik pemerintah tersebut seringkali menjadi tujuan masyarakat untuk berolahraga. Kami antisipasi dampak dari Kabupaten Kudus karena banyak warga Kudus dirawat di RSUD. Covid-19 di Kota Semarang juga mengalami peningkatan. Kemudian, Pak Wali ambil kebijakan untuk hati-hati dan menutup GOR terlebih dahulu, papar Suhindoyo. Selama penutupan, Dispora akan melakukan pembersihan semua fasilitas yang ada di Tri Lomba Juang sembari menunggu Covid-19 kembali melandai. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Disisi lain, Sigit mengatakan, pihak aparat keamanan bakal melakukan pengawasan untuk masyarakat yang keluar masuk di wilayah zona merah. Wilayah sekitar Kabupaten Kudus, juga diminta menyiapkan ancang-ancang manejemen kontijensi demi mencegah penyebaran virus corona.

"Untuk keluar masuk wilayah zona merah diawasi ketat, dan masyarakat di wilayah zona merah desa di imbau untuk tidak keluar rumah selama 5 hari, hasilnya akan dievaluasi. Yang lain mempersiapkan kontigensi plan utamanya yang berbatasan dengan Kudus," tutup Sigit.

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved