Breaking News:

Virus Corona

Dituduh Mengcovidkan Jenazah, Sopir Ambulans Dianiaya Warga, Ini Kronologinya

Dituding telah mengcovidkan pasien meninggal, seorang sopir ambulans dianiaya warga hingga luka memar di Kuningan, Jawa Barat.

Editor: Sanusi
ist
Ilustrasi:Dituding telah mengcovidkan pasien meninggal, seorang sopir ambulans dianiaya warga hingga luka memar di Kuningan, Jawa Barat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dituding telah mengcovidkan pasien meninggal, seorang sopir ambulans dianiaya warga hingga luka memar di Kuningan, Jawa Barat.

Polisi pun turun tangan dengan meringkus dua warga Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeureum, Kuningan Jawa Barat.

Dua warga itu melakukan tindakan penganiayaan terhadap sopir ambulans RSUD 45 Kuningan saat membawa jenazah Covid-19 di desa setempat sewaktu pagi tadi.

Baca juga: Susi Pudjiastuti Mengaku 8 Karyawannya Sembuh dari Covid-19 Usai Konsumsi Ivermectin

Kapolsek Cibingbin Iptu Asep Alamsyah membenarkan bahwa penangkapan baru saja dilakukan terhadap dua warga tersebut.

"Iya Kang, barusan tadi Magrib. Kami menangkap dua warga yang di duga melakukan kekerasan terhadap sopir ambulan rumah sakit umum," kata Asep dikutip dari TribunCirebon.com Selasa (29/6/2921).

Baca juga: Epidemiolog UI: Di Tengah Lonjakan Covid, Hak-hak Tenaga Kesehatan Harus Dipenuhi Negara

Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi Penganiayaan. Seorang sopir ambulans dianiaya warga hingga luka memar di Kuningan, Jawa Barat.(TribunKaltim)

Sebelumnya, Asep mengatakan sopir ambulans itu melakukan pelaporan atas dugaan tindak kekerasan oleh warga Desa Sukarapih saat membawa pasien Covid-19 di desa tersebut.

"Untuk permasalahannya, sopir kena pukulan warga sehingga menimbulkan luka memar. Korban mengaku tindakan kekerasan yang diterimanya terjadi saat proses pengantaran jenazah. Setelah itu korban langsung melakukan visum ke Puskemas dan datang ke Polsek untuk bikin laporan atas kekerasan yang dialami," katanya.

Baca juga: 60 Persen Kapasitas Rumah Sakit di Seluruh Kota Bekasi Digunakan untuk Penanganan Covid-19

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan, dr Deki Saefullah mengatakan, untuk kronologi singkat bahwa petugas sopir ambulans ini dituduh telah meng-covid-kan pasien meninggal tersebut.

Kejadian itu saat sopir mengantar pasien Covid-19 meninggal ke rumah duka keluarga yang meninggal tersebut.

"Ya, informasi kami terima. Sopir kami di tuduh meng-covid-kan warga meninggal tersebut. Padahal, itu benar meninggal Covid-19 setelah sebelumnya mendapat perawatan medis dan pasien meninggal itu memiliki riwayat penyakit paru - paru," katanya.

Adanya kejadian, kata Deki mengaku sangat prihatin dengan sikap warga terhadap tim medis dalam melakukan penanganan Covid-19 di Kuningan.

"Kami sangat prihatin, jelas kami disini lagi kerja keras melakukan penanganan pasien Covid-19. Malah ada warga lakukan tindak tidak terpuji pada tim medis," katanya

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Sopir Ambulans Dipukul Warga Saat Antar Jenazah Terkonfirmasi Positif Covid-19, Korban Dituduh Ini, 

Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved