Breaking News:

Virus Corona

60 Ton Oksigen Cair Telah Sampai di Jatim, Wagub: Segera Didistribusikan ke Tempat yang Membutuhkan

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan, bantuan oksigen ini akan memperlancar penyediaan oksigen bagi rumah

Humas Pemprov Jatim
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat menerima bantuan sebanyak 60 ton oksigen cair di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Selasa (27/7/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Sebanyak 60 ton oksigen cair dari Konawe, Sulawesi Tenggara telah tiba di Jawa Timur.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan, bantuan oksigen ini akan memperlancar penyediaan oksigen bagi rumah sakit di Jatim.

Bantuan tersebut dari beberapa perusahaan energi.

"Jadi kami beberapa waktu lalu dihubungi Corporate Secretary Pertamina untuk membahas CSR ISO tank oksigen dari Pertamina sebanyak 2 unit," ungkap Wagub Emil Dardak, Rabu (28/7/2021).

Mantan Bupati Trenggalek ini mengucapkan terima kasih atas sinergi yang terjalin antara Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) RI, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), PT Virtue Dragon Nickel Industry serta semua instansi dan pihak terkait yang sudah memberikan dukungan oksigen liquid sebanyak 3 unit, dan masing-masing unit sejumlah 20 Ton.

Baca juga: Sydney Perpanjang Lockdown Sebulan Hingga 28 Agustus Karena Kasus Covid-19 Melonjak Lagi

"Tentunya ini akan membantu untuk menyediakan stok oksigen di rumah sakit dan bagi masyarakat yang membutuhkan di Jawa Timur," lanjut Emil.

Lebih lanjut, Wagub Emil menjelaskan, bahwa 60 Ton oksigen cair ini akan segera diangkut ke stasiun dan kemudian didistribusikan ke tempat-tempat yang dibutuhkan sesuai dengan arahan Gubernur dari hasil pemetaan satgas oksigen.

Baca juga: Kader PDIP Kota Semarang Serahkan Gaji Untuk Penanganan COVID-19

Saat ini banyak rumah sakit membutuhkan oksigen untuk menyelamatkan para pasien Covid-19 yang mayoritas mengalami sesak nafas.

Ia mengungkapkan, bahwa sebenarnya banyak industri-industri berat yang menghasilkan oksigen, namun masih sangat terbatas untuk armada pengangkutannya.

"Sekarang ini cukup sulit untuk mencari ISO tanknya, jadi untuk mengangkutnya ini yang sangat terbatas. Mudah-mudahan juga pelaku logistik seperti Kamadjaja bisa juga ikut koordinasi dengan Kemenko Marves menambah kapasitas tersebut," lanjutnya.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved