Breaking News:

Korban PHK Perusahaan Sawit Malaysia, 16 WNI Pulang Melalui Jalur Ilegal di Nunukan

kembalinya PMI melalui jalur ilegal, lantaran mendapat PHK oleh perusahaan sawit di Lawas dan sebagian lagi habis masa kontrak kerja.

Editor: Eko Sutriyanto
TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, FJ Ginting. Ia mengatakan, pihaknya tentu akan menerima dengan baik ketibaan 16 orang pahlawan devisa negara itu. TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Sebanyak 16 Pekerja Migran Indonesia (PMI) pulang dari Malaysia melalui jalur ilegal di Krayan, Kabupaten Nunukan, Senin (30/8/2021) sore.

Belasan PMI itu dari Lawas, Serawak-Malaysia melalui Desa Long Midang, Krayan.

Diberitakan sebelumnya, 16 PMI itu terdiri dari 9 orang dewasa dan 7 orang anak-anak.

Kemarin siang, sebanyak 7 orang PMI dikabarkan sudah diberangkatkan lebih dulu ke Nunukan menggunakan pesawat Susi Air.

Informasi dari Camat Krayan, Haberly, kembalinya PMI melalui jalur ilegal, lantaran mendapat PHK oleh perusahaan sawit di Lawas dan sebagian lagi habis masa kontrak kerja.

Baca juga: Hadiri Pertemuan RFC, Kemenhub Undang Malaysia dan Singapura untuk Bergabung dalam Marpolex

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, FJ Ginting mengatakan, pihaknya tentu akan menerima dengan baik ketibaan pahlawan devisa negara itu.

"Kami tunggu telepon dari Camat Krayan.

Kami tetap hadir kalau masalah PMI. Begitu tiba di Nunukan, kami bawa mereka ke tempat penampungan sementara di Kantor BP2MI.

Kami akan jadikan mereka tamu kami," kata FJ Ginting kepada TribunKaltara.com, Selasa (31/8/2021) kemarin.

Menurutnya, 16 PMI itu akan dikarantina selama lima hari di tempat penampungan sementara, Kantor BP2MI.

Baca juga: Tersambar Petir, Bos Sawit di Aceh Utara Tewas di Pematang Tambak

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved