5 Fakta WNA Inggris Hilang di Laut Mentawai, Operasi Pencarian Dihentikan, Korban Belum Ditemukan
Seorang warga negara asing (WNA) dilaporkan hilang di laut Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Berikut rangkuman fakta-faktanya.
Penulis:
Endra Kurniawan
Editor:
Daryono
TRIBUNNEWS.COM - Seorang warga negara asing (WNA) dilaporkan hilang di laut Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Diketahui korbannya bernama Shaun Stephen Dali.
Ia merupakan WNA berkebangsaan Inggris.
Upaya pencarian korban sudah dilakukan oleh petugas gabungan selama 7 hari lamanya.
Namun hingga operasi pencarian dihentikan, korban tak kunjung ditemukan.
Bagaimana kelengkapan informasi dari kejadian ini? Berikut fakta-faktanya dirangkum dari TribunPadang.com:
Baca juga: Banjir di Kabupaten Ngada NTT, Seorang Bocah Meninggal, Pasangan Suami Istri Hilang
1. Kronologi

Shaun mulai dilaporkan menghilang sejak pada Sabtu (28/8/2021).
Sedangkan lokasinya berada kejadiannya berada di Dusun Katiet, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan, Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumbar.
Terkait informasi ini, dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Kepulauan Mentawai, Iptu Donny Putra.
"Iya benar, ada seorang warna negara asing dilaporkan hilang," kata Iptu Donny Putra.
2. Terakhir menembak ikan
Donny menambahkan, Shaun diketahui terakhir kali melakukan aktivitas menembak ikan.
Namun hingga sekarang korban tak kunjung kembali dan dilaporkan menghilang.
"Kemarin pada Sabtu (28/8/2021), bule tersebut pergi menembak ikan di laut," imbuh Donny.
Baca juga: Hilang 2 Hari, Bocah di Riau Ditemukan Tewas, Terakhir Pamit Main Game Online ke Ibu
3. Tim gabungan lakukan pencarian

Operasi pencarian Shaun mulai dilakukan oleh petugas gabungan pada Minggu (29/8/2021) subuh.
"Mereka yang melakukan pencarian adalah tim gabungan dari Satpol Air Polres Kepulauan Mentawai dan Basarnas Mentawai," kata Donny.
Donny menyebutkan, kalau identitas warga negara asing yang dilaporkan hilang tersebut merupakan berkebangsaan Inggris.
"Korban bernama Shaun Stephen Dali dari kebangsaan Inggris, berumur kurang lebih 27 tahun," imbuhnya.
Data identitas dari WNA tersebut didapatinya dari Paspor dari korban sendiri.
Baca juga: Hampir Sebulan, Balita Perempuan di Riau Hilang Secara Misterius, Polisi Kesulitan Ungkap Kasusnya
4. Petugas hadapi angin puting beliung
Upaya pencarian WNA yang hilang di perairan Mentawai, Sumatera Barat terus dilakukan.
Berbagai tantangan harus dihadapi tim SAR gabungan.
Termasuk bertemu angin puting beliung saat berada di tengah laut dalam operasi pencarian.
Hal itu diceritakan oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Akmal, pada Rabu (1/9/2021).
"Kemarin pencarian korban pada hari ke-4, kita dari tim SAR gabungan bertemu dengan angin puting beliung atau tornado ya," kata Akmal, Rabu (1/9/2021).
Selasa (31/8/2021) kemarin merupakan hari ke-4 pencarian korban.
"Angin itu sempat mendekat ke kapal kita sehingga kita berusaha menghindar untuk mencari lokasi yang lebih aman," katanya.
5. Operasi pencarian dihentikan

Operasi pencarian warga negara asing (WNA) yang hilang resmi dihentikan.
Korban diketahui bernama Shaun Stephen Daly (27) kewarganegaraan Inggris yang tinggal di Australia.
Ia dilaporkan hilang pada Sabtu (28/8/2021) saat menombak ikan di kawasan Pantai Katiet, Kecamatan Sipora Selatan, Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumbar.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Akmal, mengatakan sampai pencarian hari ke-7 korban belum berhasil ditemukan.
Ia menjelaskan, Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian di bibir pantai, di laut dengan kapal KN SAR Ramawijaya 240.
Baca juga: 13 Hari Hilang Diculik Anak Punk hingga ke Jepara, Bocah Ciputat Akhirnya Kembali ke Rumah
Selain itu, juga melakukan pencarian dengan Longboat Pariwisata dari Dermaga Sioban sampai dengan Timur laut Pulau Sipora, dan Selat Sipora dengan hasil nihil.
Kata dia, petugas juga melakukan pencarian menggunakan RIB, sekoci, jetsky, perahu resort dan perahu karet.
"Namun masih nihil, dan telah dilakukan evaluasi bersama dengan hasil operasi Sar diusulkan selesai dan dilanjutkan pemantauan," katanya.
Pihaknya mengemukakan apabila ada tanda-tanda dan akan kembali dilaksanakan operasi SAR untuk dibuka kembali.
"Semua pihak yang terlibat dalam pencarian akan kembali ke satuan masing-masing dan saya ucapkan terima kasih banyak," katanya.
(Tribunnews.com/Endra Kurniawan)(TribunPadang.com/Rezi Azwar)