Breaking News:

Perjuangan Mbah Jum Kayuh Sepeda Puluhan Kilometer Jual Anyaman Bambu Demi Istri yang Sakit Keras

Dengan menuntun sepeda ontel miliknya, ia menjajakan dagangannya dari desa ke desa dan tak jarang menempuh berpuluh-puluh kilometer jauhnya.

Kompas.com/ Imam Rosidin
Jumali menuntun julannya di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, Sabtu (18/9/2021).(Kompas.com/ Imam Rosidin) 

TRIBUNNEWS.COM, BANYUWANGI - Di usianya yang sudah tua, Jumali (80) Warga Dusun Krajan, Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur, masih terus giat bekerja mencari nafkah.

Dia belum bisa menikmati sisa hidupnya.

Tuntutan hidup membuat pria yang kerap disapa Mbah Jum itu membanting tulang.

Ia berjualan anyaman bambu yang sudah digeluti sejak 60 tahun lamanya.

Dengan menuntun sepeda ontel miliknya, ia menjajakan dagangannya dari desa ke desa dan tak jarang menempuh berpuluh-puluh kilometer jauhnya.

"Saya keliling jauh-jauh, ke daerah Jajag, sampai ke daerah kota juga. Berangkat jam 7 pagi laku tidak laku jam 1 siang saya pulang," kata Mbah Jum, di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, Sabtu (18/9/2021).

Baca juga: Cerita Masa Kecil Natasha Wilona yang Sulit dan Penuh Perjuangan

Ia sadar saat ini bangunan beralih menggunakan bahan yang lebih modern.

Sehingga dagangannya tak lagi menjadi pilihan para konsumen.

Kendati demikian, ia tak memiliki pilihan untuk berganti profesi karena usianya yang tak lagi muda.

"Saat ini, memang cukup sulit jualan gedek seperti ini, tapi ya bagaimana tidak ada pilihan lain lagi," ujar dia sembari tertawa.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved