Breaking News:

Viral Kakek Dianiaya saat Antar Cucu Sekolah, Pelaku Salah Sasaran, Target Sebenarnya Anak Korban

Seorang kakek bernama Umar (47) di Palembang, Sumatera Selatan menjadi korban penganiayaan saat mengantar cucunya ke sekolah.

YouTube Tribunnews.com
Tanngkap layar video viral seorang kakek di Palembang diserang dengan celurit. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang kakek bernama Umar (47) di Palembang, Sumatera Selatan menjadi korban penganiayaan.

Korban dianiaya dengan celurit oleh pelaku saat sedang mengantar cucunya sekolah.

Aksi penganiayaan yang dilakukan pelaku itu sempat terekam CCTV milik warga hingga viral di media sosial.

Perstiwa itu terjadi di depan SD N 23 Jalan Hokky, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Senin (20/9/2021).

Mengutip dari Kompas.com, dalam video yang beredar, tampak korban sedang berboncengan bersama seorang perempuan dengan mengendarai sepeda motor setelah mengantar seorang anak ke sekolah.

Tak lama kemudian, datang pelaku mengenakan baju hitam dan helm half face.

Pelaku langsung mengejar korban sembari mengeluarkan senjata tajam jenis celurit yang disembunyikan di balik badannya.

Korban pun tampak menghindar saat dikejar pelaku.

Baca juga: Kesal Kalah Cekcok, Pria di Prabumulih Aniaya Keponakannya Pakai Sandal, Berujung Masuk Bui

Namun, sepeda motornya terjatuh hingga membuat pelaku berulang kali menganiaya korban.

Warga di sekitar lokasi yang melihat kejadian itu tak berani mendekat.

Setelah menganiaya korban, pelaku langsung melarikan diri.

Burlian (58), seorang guru di SD N 23 Palembang mengatakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 07.00 WIB.

"Saya tidak tahu peristiwa awalnya, tahunya saya lihat bapak itu sudah duduk bersimbah darah," katanya, seperti dilansir Tribun Sumsel.

Setelah pelaku kabur, warga sekitar kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

"Saya lihat lukanya di selangkangan, banyak sekali keluar kena bacok," tambahnya.

Pelaku salah sasaran

Diberitakan Tribun Sumsel, polisi telah mengantongi identitas pelaku yang saat ini dalam proses pengejaran.

Tim terus bergerak untuk memburu keberadaannya," kata Kapolsek Ilir Barat I, Kompol Roy A Tambunan, Selasa (21/9/2021).

Sebelumnya, polisi mengatakan kasus ini diduga terjadi karena adanya cinta segitiga antara pelaku, istri pelaku, dan korban.

Namun belakangan diketahui, ternyata anak korban yang diduga sudah membawa kabur istri pelaku.

Baca juga: Ibu Tewas Dihabisi Anaknya, Minta Pelaku Berbohong: Sampaikan Bapakmu, Aku Ditikam Orang Gila

Baca juga: Detik-detik Teknisi CCTV Berubah Jadi Garong, Merampok Toko Emas Lalu Habisi Pemiliknya

Lokasi pembacokan seorang kakek di depan SDN 23 Palembang, Sumatera Selatan, Senin (20/9/2021).
Lokasi pembacokan seorang kakek di depan SDN 23 Palembang, Sumatera Selatan, Senin (20/9/2021). (Tribunsumsel.com/ Shinta Dwi Anggraini)

"Jadi bisa dikatakan dugaan kasus ini termasuk salah sasaran. Diduga pelaku pikir yang mengantar sekolah adalah ayah dari anak kecil itu."

"Ternyata kakeknya yang mengantar. Padahal, target pelaku adalah ayah dari anak kecil itu," ungkap Roy.

"Tapi itukan tuduhan pelaku yang kami dapat dari keterangan saksi. Keterangan itu masih perlu didalami dan kami juga masih mencari keberadaan pelaku," sambungnya.

Roy mengatakan, keberadaan istri pelaku yang diduga kabur bersama anak korban juga belum diketahui.

"Mereka ini bertetangga," sambungnya.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunSumsel.com/Shinta Dwi Anggraini, Kompas.com/Aji YK Putra)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved