Breaking News:

Fenomena Pengamen di Bali, Tanggapan Sosiolog Universitas Udayana dan Anggota DPRD Setempat

Langkah yang diambil pemerintah dengan cara mengamankan dan memulangkan pengamen ke daerah asal tidak efektif

Editor: Eko Sutriyanto
Satpol PP Kota Denpasar
Nengah Bayung (21) bersama rekannya Nengah Hendra saat diamankan Satpol PP Kota Denpasar di perempatan Tohpati, Denpasar, Sabtu 25 September 2021 kemarin 

"Termasuk saya pernah melihat itu, apakah itu krama Bali atau tidak kan tidak tahu kita. Tadi saya melihat banyak di persimpangan-persimpangan traffic light, bahkan cenderung anak-anak muda," paparnya.

Gung Budhi mendorong pemerintah untuk memberikan pembinaan yang tepat.

Menurut dia, pemberian bantuan sembako saja tidak cukup karena bukan solusi akhir.

Lazimnya mereka kembali lagi ke lapangan untuk mengamen.

"Mereka ini kan kesulitan ekonomi sebenarnya," kata dia.

Seharusnya, kata Gung Budhi, yang dilakukan pemerintah daerah adalah melatih para pengamen tersebut dengan keterampilan yang berguna di masa pandemi.

Misalnya pelatihan kewirausahaan ataupun pelatihan UMKM, termasuk bantuan permodalan yang berasal dari APBD.

"Masyarakat ya harus dibina untuk bisa menjadi mandiri secara ekonomi. Pelatihan UMKM, wirausaha sangat bagus jika bisa dilakukan," demikian Gung Budhi. (sup/gil)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Fenomena Pengamen di Bali, Sosiolog Unud Minta Pemerintah Siapkan Skema Penyerapan Lapangan Kerja

Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved