Breaking News:

Petani Rugi Besar Akibat 2,5 Ton Ikan Mas Mati Mendadak di Cianjur

Kondisi air dari Sungai Cisokan yang keruh akibat hujan deras di bagian hulu diduga menjadi penyebab kolaps dan matinya ikan mas.

Editor: Hendra Gunawan
Dok. petani ikan Cikidangbayabang
Ribuan ikan mas yang diperkirakan seberat 2,5 ton mati mendadak akibat air keruh yang datang dari Sungai Cisokan di kolam yang terletak di Blok Pinus Desa Cikidangbayabang. (Dok. petani ikan Cikidangbayabang) 

Para petani mengatakan, ikan mas memang kondisinya lemah dibanding dengan ikan nila.

Ikan mas memerlukan air yang jernih.

Jadi, jika datang air keruh dari Sungai Cisokan, maka ikan akan mati.

"Sudah risiko kalau menanam ikan mas di kolam, dibanding nila. Kalau ada perubahan air seperti ini, lebih kuat ikan nila," ujar Utep, melalui sambungan telepon, Senin (27/9/2021).

Utep mengatakan, kolamnya berbagi dengan milik Duleh.

Baca juga: Tingkatkan Eksistensi Perikanan Indonesia, HIPMI Ajak Pelaku Usaha untuk Sertifikasi Indo-GAP

Akibat peristiwa ini, dia tak mempunyai untung besar.

Ia mengatakan, kolam yang terdapat ikan mati merupakan kolam dari para petani yang bekerja di orang lain.

"Jadi risiko kalau kolam yang dekat pinggir daratan ya seperti ini. Rata-rata kolam yang berada di pinggir daratan ini milik para petani yang bekerja untuk kolam orang lain," katanya.

Seorang petani lainnya, Duleh, mengatakan, semua ikan yang mati terkadang tak bisa dijual.

Makanya harus diangkat dari kolam dan dibuang karena bisa menjadi busuk dan menimbulkan penyakit untuk ikan lainnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved