Breaking News:

Baru 30 Persen UMKM Manfaatkan Internet, Program Literasi Digital Digenjot di Indonesia Timur

Pekan Literasi Digital dibuka dengan lokakarya, pelatihan secara hybrid di Sorong, Papua Barat pada 23-24 September 2021 diikuti sekitar 600 orang

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Eko Sutriyanto
dok.
Pekan Literasi Digital dibuka dengan lokakarya dan pelatihan selama dua hari secara hybrid di Sorong, Papua Barat, 23-24 September 2021 diikuti sekitar 600 peserta. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Berdasarkan data tahun 2018, lebih dari 30 persen pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia Timur tidak memiliki pengetahuan tentang media sosial.

Sementara, 40 persen UMKM menyatakan mereka tidak paham bagaimana media sosial dapat membantu bisnis mereka. Karena itu, sesi ini bertujuan untuk menjawab permasalahan tersebut, sekaligus memberikan kesempatan kepada para peserta dalam menggali potensi media sosial untuk pertumbuhan bisnis mereka.

Melihat fakta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI baru-baru ini meluncurkan program literasi digital untuk mempercepat transformasi digital dan teknologi di Sorong, Papua Barat.

Bekerjasama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GLND) Siberkreasi, program ini diselenggarakan untuk sektor usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) di daerah tersebut. 

Sorong selama ini dikenal kaya sumber daya alam, mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, pertambangan, hingga berbagai potensi pariwisata yang belum tergarap. Mayoritas UMKM di daerah tersebut berasal dari sektor ritel dan perdagangan, disusul dengan sektor makanan dan minuman.

Baca juga: Kasus Covid Indonesia Turun 20 Kali Lipat dari Puncak Kedua, Wiku: Indonesia Bersiap Menuju Endemi

Sayangnya, literasi digital di wilayah tersebut masih relatif buruk, bahkan lebih dari 70% UMKM mengaku belum pernah memanfaatkan internet untuk menjalankan proses bisnisnya.

Untuk meningkatkan literasi digital di daerah tersebut, Pekan Literasi Digital dibuka dengan lokakarya dan pelatihan selama dua hari secara hybrid di Sorong, Papua Barat pada 23-24 September 2021 diikuti sekitar 600 peserta.

Kegiatan sesi pertama bertajuk "Ngobrolin Literasi Digital" menghadirkan edukasi tentang literasi digital bagi UMKM, mulai dari mengoptimalkan teknologi digital, media sosial, hingga tips keamanan siber bagi UMKM.

Materi sesi pertama disampaikan Donny B.U, staf ahli dari Kementerian Komunikasi dan Informatika; Teguh Hidayat Iskandar Alam, Ketua Lembaga Pengkajian Persaingan Usaha dan Kebijakan Usaha (LKPU) Sorong; dan Siti Ashter, perwakilan UMKM di Sorong.

Baca juga: Program Literasi Digital Berlanjut ke Sorong dan Makassar

"Pada dasarnya, Sorong memiliki tingkat penetrasi internet yang tinggi, dimana 91% masyarakatnya merupakan pengguna internet aktif. Sayangnya, kemampuan literasi digital UMKM di Indonesia Timur, termasuk Sorong, masih kurang," ujar Teguh Hidayat.

Sesi kedua membahas "Gali Ilmu: Produksi Konten Inspiratif" berfokus pada membangun kesadaran tentang produksi konten berkualitas tinggi, dengan penggunaan teknologi digital yang bertanggung jawab.

Sesi ini menghadirkan selebriti Nicholas Saputra; Koordinator Program Literasi Digital Kementerian Rizki Amelia; serta fotografer dan videografer ternama, Michael G. Buyung sebagai pembicara.

"Teknologi digital jika dimanfaatkan dengan baik dapat memberdayakan UMKM. Dengan menguasai dan memahami penggunaan teknologi digital, seperti fotografi dan videografi, UMKM dapat sangat terbantu untuk peningkatan bisnis mereka, sekaligus memberikan nilai tambah terhadap produk yang mereka pasarkan," ujar Nicholas Saputra. 

Sesi Pekan Literasi Digital di kota Sorong juga menghadirkan berbagai lomba pembuatan konten, kelas pelatihan dan webinar gratis untuk masyarakat umum.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved