Breaking News:

Terlilit Utang Pada Rentenir, Nelayan di Pidie Akhiri Hidup

Korban bernama MA (36) adalah seorang nelayan asal Gampong Pasi Rawa Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.

Editor: Hendra Gunawan
ThinkStock via Kompas
Ilustrasi tewas 

TRIBUNNEWS.COM, SIGLI - Tak kuat membayar utang dari rentenir, seorang pria di Aceh nekat mengakhiri hidupnya.

Korban bernama MA (36) adalah seorang nelayan asal Gampong Pasi Rawa Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.

MA nekat menggantung pada kayu gantungan plafon di rumah rumahnya, Sabtu (2/10/2021) sekitar pukul 06.30 WIB.

Baca juga: Berusaha Selamatkan Kambingnya, Kakek 63 Tahun di Kuningan Tewas dalam Sumur, Diduga Keracunan Gas

Belakangan polisi menemukan surat yang ditulis pada lembaran buku tulis berjumlah 28 baris.

Surat yang ditulis korban tersebut adanya tanda tangan.

"Kita menemukan surat itu di dalam saku celana korban," kata Kapolres Pidie, AKBP Padli SIK MH, melalui Kasat Reskrim, Iptu Muhammad Rizal, kepada Serambinews.com, Sabtu (2/10/2021).

Ia menjelaskan, isi surat tersebut ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Aceh, antara lain korban terlilit utang dengan rentenir alias lintah darat "bank 47".

Baca juga: Jambret di Pulogadung Ini Tak Menyangka Korbannya Tewas, Sudah Diincar Saat di Lampu Merah

Selain itu, dalam surat itu korban mohon ampun kepada Allah.

Ia menyebutkan, MA diketahui tergantung saat Yusnaini datang ke rumah korban hendak menjemput anak korban, guna diantar ke sekolah.

Saat itu, pintu rumah korban masih tertutup yang dikunci dari dalam.

Halaman
12
Sumber: Serambi Ummah
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved