Breaking News:

Cegah Kepunahan, Balai Bahasa Sumatera Barat Dokumentasikan Kosakata Bahasa Daerah

Balai Bahasa Sumatera melakukan dokumentasi terhadap kosakata bahasa daerah di wilayahnya.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
Tribunnews/Deodatus Pradipto
ILUSTRASI Jam Gadang, ikon wisata Kota Bukit Tinggi. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Balai Bahasa Sumatera melakukan dokumentasi terhadap kosakata bahasa daerah di wilayahnya.

Kepala Balai Bahasa Sumatera Barat Aminulatif mengatakan langkah ini dilakukan untuk mencegah kepunahan kosakata.

"Berdasarkan hal itu, sebagai lembaga yang menangani masalah bahasa di Sumatera Barat, kami berupaya mendokumentasikan kosakata bahasa daerah di Sumatera barat yang dianggap dan mungkin akan punah," ujar Aminulatif melalui keterangan tertulis, Selasa (5/10/2021).

Dirinya mengungkapkan dalam 30 tahun terakhir, makin banyak kosakata, frase, idiom, dan petatah-petitih bahasa daerah dari Minangkabau dan Mentawai yang tidak terpakai lagi dan berangsur lenyap.

Padahal, menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari kekayaan Bahasa Minangkabau. Kebanyakan generasi muda Minangkabau sekarang tidak mengerti lagi dengan bahasa yang penuh dengan metafora.

"Mereka akan bingung dan tidak mengerti. Kita tidak dapat menyalahkan mereka, karena basis kultural Bahasa Minangkabau ketika mereka hidup juga sudah berubah," tutur Aminulatif.

Baca juga: Jokowi Minta Vaksin Covid-19 di Papua Barat Segera Disuntikan

Pendokumentasian itu, kata Aminulatif, akan dijadikan sebagai pengayaan untuk kosakata bahasa Indonesia. Sehingga akhirnya kosakata itu terdaftar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Pendokumentasian dan kodifikasi kosakata bahasa daerah Sumatera Barat tersebut akan memerlukan waktu bertahun-tahun.

Menurut Aminulatif, diperlukan penelitian terlebih dahulu untuk mengumpulkan data di lapangan.

"Di sinilah tantangan intelektual Sumatera Barat, khususnya ahli bahasa dan pekamus. Kekayaan Bahasa daerah, terutama yang terdapat di Sumatera Barat, harus diselamatkan, dicatat di atas kertas, dibudayakan memakainya, dan diupayakan untuk pengayaan kosakata bahasa Indonesia," ujar Aminulatif.

Baca juga: Dompet Berisi ATM Miliknya Jatuh di Jalan, Pria di Sumbar Kehilangan Rp135 Juta, Dibobol OTK

"Kami berharap, pekerjaan besar ini dapat dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah Sumatera Barat," tambah Aminulatif.

Balai Bahasa Sumatera Barat dalam program Pemerkayaan Kosakata dan Pengembangan Kamus akan melakukan pemerkayaan kosakata bahasa Indonesia dari bahasa Mentawai.

Balai Bahasa melakukan pencarian data, verifikasi data, lokakarya, dan seminar komisi bahasa daerah (SKBD) Mentawai dialek Sikakap (Pagai Utara dan Pagai Selatan).

Selain itu, Balai Bahasa juga melakukan pengembangan Kamus Bahasa Minangkabau.

"Pengembangan Kamus Bahasa Minangkabau sudah harus dilakukan karena sudah 9 tahun tidak ada perbaikan dan penambahan entri. Pada akhirnya, kegiatan ini akan menerbitkan Kamus Bahasa Minangkabau-Indonesia Edisi III," tutur Aminulatif.

Baca juga: Curah Hujan Tinggi Akibatkan Banjir dan Longsor Kota Padang, 350 Rumah Terendam

Aminulatif mengatakan pendokumentasian kosakata bahasa daerah, Minangkabau dan Mentawai adalah upaya mencegah dari kepunahan.

Menurutnya, hal itu dapat dilakukan dengan cara identifikasi dan penyusunan kamus bahasa daerah Minangkabau dan Mentawai.

Pelaksanaan pemerkayaan kosakata dilakukan oleh tim Perkamusan dan Peristilahan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini dilakukan di dua lokasi, yaitu Pagai Utara dan Pagai Selatan.

Selain itu, Balai Bahasa Sumatera Barat juga melakukan sidang Komisi Bahasa Daerah (SKBD).

Pelaksanaan Lokakarya Inventarisasi Bahasa Daerah dilakukan oleh tim Perkamusan dan Peristilahan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat beserta narasumber dari Pusbanglin dan daerah di Kota Padang.

Baca juga: Syarat Cairkan Insentif Prakerja di www.prakerja.go.id & Cara Sambungkan Rekening atau E-Wallet

"Sejatinya, pengembangan kamus harus dilakukan secara periodik karena bahasa itu bersifat dinamis dan berkembang. Sebuah kamus yang baik harus mampu menampung perkembangan sebuah bahasa," tutur Aminulatif.

Pengembangan dilakukan terhadap penambahan entri atau lema dan perbaikan kesalahan yang terdapat dalam terbitan tahun 2012 tersebut.

Saat ini hasil yang dicapai dalam kegiatan Pemerkayaan Kosakata Bahasa Indonesia dari Bahasa Mentawai sudah sampai tahap verifikasi data dan perbaikan pendefinisian yang akan dilokaryakan pada bulan Oktober 2021.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved