Breaking News:

Warga Jember yang Tinggal di Poskamling Karena Tidak Punya Rumah Kaget Didatangi Polisi dan Tentara

M Solehuddin warga miskian Jember, Jawa Timur yang tinggal di Poskamling kaget ketika didatangi polisi dan tentara.

Editor: Erik S
Kompas.com/Bagus Supriadi
Poskamling yang menjadi tempat tinggal dua anak di Jember karena tidak memiliki rumah (Kompas.com/Bagus Supriadi) 

"Saya langsung tidak bisa tidur malam itu. Karena saya juga punya anak perempuan," lanjutnya.

Baca juga: Kisah Satu Keluarga di Jember Tinggal di Poskamling, Tidur Beralas Kardus dan Berdinding Kain Bekas

Shinta kemudian berinisiatif membantu Soleh. Ia berembuk dengan sang suami meminjamkan halaman rumah ayah mereka sebagai rumah sementara bagi Soleh dan dua anaknya.

Namun rumah sementara itu pun perlu dibangun. Shinta berinisiatif mencari donasi melalui Facebook (FB) dan ternyata banyak orang membaca statusnya.

Sampai akhirnya, relawan Tagana Anang Bahtiar yang akrab dipanggil Cak Uud, juga mengetahui informasi dari Shinta itu.

Baca juga: Ajak Dua Anaknya, Wanita Muda di Jember Gerebek Suami yang Selingkuh di Kamar Kos

Cak Uud langsung mendatangi lokasi tempat tinggal Soleh. Dan ia pun memotret kondisi Poskamling itu, Senin (4/10/2021) malam, kemudian mengirimkan kondisi tempat tinggal Soleh itu ke sejumlah grup WA, seperti grup Relawan Bencana, dan Wong Jember Peduli Bencana.

Akhirnya kisah Soleh pun diketahui publik. Selasa (5/10/2021), petugas dari sejumlah instansi mendatangi Poskamling tersebut. Donasi juga sudah mengalir.

"Sampai hari ini sudah dapat Rp 2 juta. Donasi itu rencananya untuk membangunkan rumah Pak Soleh di halaman rumah ayah ini. Mungkin nanti Pak Soleh punya pekerjaan, hasil bekerja bisa dikumpulkan untuk mengontrak, atau membeli rumah sendiri," lanjut Shinta.

Rupanya bantuan untuk pendirian rumah juga mengalir dari sejumlah instansi. Pemerintah, baik pemkab, TNI dan Polri, juga relawan kemanusian rencananya akan membantu membangunkan rumah hunian bagi keluarga Soleh.

Baca juga: Penuntasan Kemiskinan Ekstrem Level Desa Berbasis Individu

Rumah itu berada di halaman rumah keluarga suami Shinta yang kosong. Berdasarkan denah, rumah sementara itu akan dibuat semi permanen dengan ukuran depan 6 meter, dan samping 4 meter. Rumah itu terdiri atas ruang ramu, dua kamar tidur, dan dapur, juga kamar mandi.

Kepala Dinas Sosial Jember, Widi Prasetyo juga sudah mendatangi Soleh dan anak-anaknya. Dinsos memberikan bantuan kepada Soleh, antara lain berupa kebutuhan hidup sampai sebulan mendatang. Soleh dana anak-anaknya juga akan disertakan dalam BPJS Kesehatan.

Halaman
123
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved