Breaking News:

Kasus Penyerangan Lahan Tebu Berdarah: Petani Sebut LSM FKamis Sering Mengintimidasi

LSM Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (FKamis) sering melakukan intimidasi kepada petani

Editor: Erik S
Handhika Rahman/Trbun Jabar
Polisi mengamankan 19 orang setelah terjadi insiden berdarah di lahan tebu PG Jatitujuh di perbatasan Indramayu-Majalengka, Senin (4/10/2021). Mereka diamankan di Mapolsek Cikedung Indramayu. 

TRIBUNNEWS.COM, INDRAMAYU - Para petani penggarap di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mengatakan LSM Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (FKamis) sering melakukan intimidasi.

Petani-petani tersebut mengatkan FKamis adalah gerombolan preman yang harus bertanggung jawab atas tragedi berdarah yang terjadi di lahan tebu PG Jatitujuh.

Hal tersebut disampaikan para petani penggarap desa penyangga lahan HGU PG Rajawali II di Balai Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (11/10/2021).

Seorang petani, Akim mengatakan, FKamis pun harus bertanggungjawab penuh atas meninggalnya dua petani tebu asal Majalengka akibat bentrok yang terjadi pada Senin (4/10/2021) kemarin.

Baca juga: LSM Dalang Penyerangan Berdarah Petani Tebu di Indramayu Ternyata Ilegal, Ini Kata Kesbangpol

"Kami petani penggarap HGU PG Rajawali II menolak FKamis," ujar Akim saat melakukan deklarasi sikap.

Akim menyampaikan, sedikitnya ada 4 poin yang menjadi pernyataan sikap para petani dari 4 kecamatan di Kabupaten Indramayu tersebut.

Deklarasi pernyataan sikap para petani penggarap
Deklarasi pernyataan sikap para petani penggarap desa penyangga lahan HGU PG Rajawali II di Balai Desa Sukamulya, Indramayu, Jawa Barat

Pertama, petani penggarap lahan HGU PG Rajawali II menuding F-Kamis adalah gerombolan preman yang sering mengintimidasi petani.

Baca juga: Sepak Terjang Taryadi, Anggota DPRD Indramayu yang Jadi Tersangka Insiden Berdarah di Lahan Tebu

Kedua, petani yang ada di desa-desa penyangga siap bermitra dengan PG Rajawali II serta mengikuti seluruh aturan yang disarankan pemerintah.

Ketiga, para petani menyatakan, bahwa lahan yang selama ini disengketakan adalah milik HGU PT Rawajali II sehingga tidak boleh ada pihak lain mencampuri tata kelolanya.

Keempat, petani mendukung serta menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian permasalahan HGU PT Rajawali II kepada Pemkab Indramayu bersama Polri dan TNI.

"Kami ingin nyaman dalam bertani. Apa yang sudah dilakukan F-Kamis adalah tindakan yang justru tidak mendukung petani sekaligus pemerintah," ujar dia.

Baca juga: Kasus Penyerangan Lahan Tebu, Anggota DPRD Indramayu Ini Hasut Massa Lawan Aparat

Akim menambahkan, dengan adanya deklarasi dan menyatakan sikap ini, para petani berharap bisa segera menggarap lahan menyusul masuknya musim tanam tahun ini.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab, Polres dan Kodim Indramayu yang telah memfasilitasi dan memberikan dukungan kepada para petani sehingga konflik HGU berakhir dengan baik," ujarnya.

Penulis: Handhika Rahman

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Ratusan Petani di Indramayu Sebut F-Kamis Gerombolan Preman, Ungkap Fakta-fakta Selama Ini

Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved