Breaking News:

Menko PMK Minta Anak dan Perempuan Korban Gempa Bali Dapat Perhatian Khusus

Menteri Muhadjir Effendy meminta kebutuhan khusus untuk perempuan dan bayi korban gempa Bangli Bali dapat dipenuhi dengan baik.

BNPB
Gempa bumi dengan magnitudo (M) 4,8 terjadi 8 km barat laut Karangasem, Bali pada Sabtu (16/10), pukul 03.18 WIB 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memberi perhatian khusus pada perempuan dan anak-anak yang menjadi korban gempa di Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, pada Selasa (19/10/2021).

Dirinya meminta kebutuhan khusus untuk perempuan dan bayi juga dapat dipenuhi dengan baik.

"Saya minta supply kebutuhan anak misalnya pampers, susu formula, karena tadi ada anak kecil. Kemudian juga kebutuhan untuk ibu-ibu dan perempuan juga harus disiapkan. Biasanya itu dianggap remeh, padahal itu justru yang penting," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis, Rabu (20/10/2021).

Baca juga: Tinjau Korban Gempa Bali, Menko PMK: Korban Tak Boleh Dihantui Trauma Karena Rumahnya Hancur

Muhadjir memerintahkan pemerintah daerah dan BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui BNPB dan Kemenko PMK.

Hal itu agar penanganan bencana gempa Bali bisa teratasi dengan baik.

"Saya juga sudah minta Pak Deputi 2 Bapak Letjen Sudirman untuk menangani dan berkoordinasi bersama BNPB dan BPBD. Pokoknya saya minta semua dicek. Kedaruratan ini harus selesai dengan baik," tutur Muhadjir.

Baca juga: Uang Rp 1,28 Miliar Hasil Investasi Bodong Dipakai PAN Liburan dan Belanja di Bali hingga Singapura

Sebagaimana diketahui, kondisi yang timbul pasca gempa bumi di Bali cukup memprihatinkan.

Jumlah korban jiwa terdampak yaitu 3 orang meninggal dunia, 8 orang luka berat, 74 luka ringan, dan 5 KK atau 19 jiwa mengungsi.

Selain itu, tiga desa di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, terisolasi akibat satu-satunya jalur darat yang menghubungkan wilayah mereka menuju Kota Bangli tertimbun material longsor.

Desa yang terisolasi tersebut adalah Desa Trunyan, Desa Abangsongan dan Desa Abang Batudinding.

Secara keseluruhan, tiga desa tersebut dihuni oleh 503 KK.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meninjau lokasi terdampak bencana longsor akibat gempa bumi berkekuatan 4.8 magnitudo, di Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, pada Selasa (19/10/2021).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meninjau lokasi terdampak bencana longsor akibat gempa bumi berkekuatan 4.8 magnitudo, di Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, pada Selasa (19/10/2021). (Istimewa)

Dalam kesempatan itu, Muhadjir menyalurkan bantuan paket sembako dari sumbangan Kemenko PMK Peduli, simbolis bantuan 15 paket tas sekolah berisi alat tulis sekolah dan masker, serta 15 paket kebutuhan spesifik wanita dan masker.

Mantan Mendikbud itu menerangkan, saat ini pemerintah pusat dan daerah telah menyalurkan ragam bantuan untuk warga yang terisolasi melalui jalur danau.

Mulai dari bantuan pangan sembako, pakaian, selimut, alat kebersihan.

Pemerintah pusat juga telah menyalurkan Dana Siap Pakai (DSP) yang digunakan untuk kebutuhan penanganan pasca gempa masing-masing sebesar Rp 250 juta untuk Kabupaten Bangli dan Kabupaten Karangasem.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved