Breaking News:

Tingkatkan Kompetensi Lulusan SMK, Balai Besar Latihan Kerja Serang Jalin Kemitraan dengan Swasta  

BBPLK Serang terus berusaha berkolaborasi dengan pihak industri, baik di Provinsi Banten maupun daerah lainnya agar bisa mendapatkan koneksi yang baik

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Eko Sutriyanto
dok.
BBPLK Serang menggandeng PT Sanggar Sarana Baja (PT SSB) melalui program “Saya Senang Belajar” untuk melahirkan tenaga kerja dari lulusan SMK yang sesuai kebutuhan dunia Industri. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, BANTEN - Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang menggandeng sektor swasta untuk memperkuat hubungan antara Sekolah Menangah Kejuruan (SMK) dengan sektor industri untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK agar makin sesuai dengan kebutuhan industri.

Satu diantaranya, BBPLK Serang menggandeng PT Sanggar Sarana Baja (PT SSB) melalui program “Saya Senang Belajar” untuk melahirkan tenaga kerja dari lulusan SMK yang sesuai kebutuhan dunia Industri.

Kepala BBPLK Serang Aan Subhan menjelaskan, kerjasama dengan PT SSB ini diharapkan dapat  meningkatkan sinergi dengan dunia usaha untuk mendukung tujuan pembelajaran dalam menghadapi era 4.0.

"Kami memastikan materi pembelajaran yang selalu up to date ditambah fasilitas peralatan yang dapat dipakai siswa untuk praktik secara langsung dapat menciptakan para alumni yang siap bekerja dan bisa mendukung pembangunan ekonomi daerahnya masing-masing,” ujarj Aan Subhan, Jumat (29/10/2021).

Koordinator Pelaksanaan Bidang Penyelenggaraan Pemberdayaan BBPLK Serang Chairuka Dhewi mengungkapkan program-program pelatihan yang dihadirkan BBPLK memiliki fleksibilitas tinggi sehingga dapat menyesuaikan materi dengan permintaan dan kebutuhan Industri.

Baca juga: Lowongan Kerja BCA bagi Lulusan S1 dan S2, Tersedia 4 Formasi, Ini Persyaratannya

“Inilah yang membuat para peserta bisa menambah bekal pengetahuan dan keterampilan khususnya praktek langsung dengan standar industri." ujarnya.

Hal demikian akan memperkaya pengalamannya dan memperkuat kesiapan mental para peserta yang belum pernah dipelajari di Sekolah Kejuruan ataupun tempat kerja sebelumnya.

Tantangan berikutnya yang juga perlu diatasi adalah jumlah lowongan kerja yang tidak sebanyak jumlah lulusan SMK setiap tahunnya.

Menurut Chairuka Dhewi, hal ini membuat persaingan antar lulusan SMK untuk mendapatkan pekerjaan semakin ketat.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2021 mencapai 8,75 juta orang.

Baca juga: Samsung Innovation Campus Bekali Jebolan SMK dengan Web Programming

Berdasarkan data tersebut, tamatan SMK masih merupakan (pengangguran) yang paling banyak dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, mencapai 11,45 persen.

“BBPLK Serang terus berusaha berkolaborasi dengan pihak industri, baik yang ada di Provinsi Banten maupun daerah lainnya agar bisa mendapatkan koneksi yang baik untuk penempatan para lulusan,” Jelas Chairuka.

Direktur SSB Johan Budisusetija menyatakan, program bertajuk “Saya Senang Belajar” merupakan salah satu program CSR unggulan dari SSB demi membangun keselarasan antara kurikulum di sekolah kejuruan dan kebutuhan dunia industri.

“Melalui program ini kami ingin memberikan manfaat dan ilmu-ilmu yang terbaik untuk pengembangan masyarakat, khususnya di sekitar area operasional SSB yang berada di berbagai wilayah Indonesia, sehingga mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,” ujar Johan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved