Terbangun Lalu Pergi Kencing, Bocah SD Tak Kunjung Kembali, Pembunuhnya Sempat Melayat ke Pemakaman

Pria berinisial W (50) harus mempertanggungjawabkan aksinya usai membunuh bocah kelas 6 sekolah dasar (SD) berinsial YP (12).

Editor: Wahyu Aji
Sripoku.com/Alan Nopriansyah
Pelaku rudapaksa bocah dibawah umur di OKU Selatan yang diamankan saat pres release di Mapolres OKU Selatan, Kamis (29/10/2021). (Sripoku.com/Alan Nopriansyah) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pria berinisial W (50) harus mempertanggungjawabkan aksinya usai membunuh bocah kelas 6 Sekolah Dasar (SD) berinsial YP (12).

Untuk menutupi aksinya, pria beranai tiga itu puta-pura ikut mencari korban saat dinyatakan hilang lalu ziarah ke pemakamannya.

Namun, kejahatan W berhasil terendus hingga akhirnya pria asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan itu ditangkap polisi.

Mulanya, tak ada yang tahu bahwa YP menjadi korban rudapaksa dan perampasan nyawa oleh W ketika jasadnya ditemukan di sungai, Rabu (27/10/2021).

Bocah malang itu ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Selabung di Desa Sukarame.

Sehari sebelumnya, YP dinyatakan hilang sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Biasanya sehari-hari, YP ikut bermalam di kebun dengan kedua orangtuanya.

Namun saat kejadian, YP sedang bersama bibinya yang juga masih anak-anak di rumahnya.

Lewat tengah malam, YP terbangun dari tidurnya lantaran ingin buang air kecil.

Baca juga: Bocah 12 Tahun di Sumsel Dinodai dan Dihabisi Tetangganya, Pelaku Sempat Pura-pura Ikut Cari Korban

Sejak saat itu, YP tak pernah kembali lagi ke rumah.

YP kemudian ditemukan keesokan hari dalam keadaan tewas.

YP tersangkut di aliran Sungai Selabung berjarak berkisar 3 kilometer dari lokasi korban menghilang.

Di malam YP terbangun dari tidur hendak buang air kecil atau kencing, ada warga yang ternyata mendengar teriakan minta tolong.

Diduga, teriakan itu berasal dari YP yang sedang dalam bahaya.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved