Hamil 6 Bulan, Wanita di Palembang Rampok Teman Kencan, Beraksi Bersama Suami
Pasangan suami istri di Palembang, Sumatera Selatan melakukan aksi perampokan.
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
TRIBUNNEWS.COM - Pasangan suami istri di Palembang, Sumatera Selatan melakukan aksi perampokan.
Aksi itu dilakukan dengan modus prostitusi.
Saat melancarkan aksinya, diketahui si istri dalam keadaan hamil enam bulan.
Mereka merampas handphone (HP) milik korban yang saat itu tengah berkencan dengan si wanita.
Tak hanya itu, pelaku juga membawa kabur motor korban.
Handri Putra (27) dan Chindy (20) warga Sako, diamankan usai Polrestabes Palembang menerima laporan adanya tindak pidana 365 dengan modus prostitusi.
Lokasi kejadian di depan Masjid Baitul Atiq Jalan Dr Wahidin pada hari Kamis 4 November 2021 sekira 01:30 WIB.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Pidum AKP Robert Sihombing mengatakan, kejadian ini bermula ketika salah satu korban hendak berkencan di sebuah rumah susun dengan tersangka Cindy dan mematok harga Rp 250 ribu.
Baca juga: Mengaku Tak Punya Uang Beli Susu, Pria Ini Nekat Curi Ponsel, Kini Jadi Tersangka
Lalu tiba-tiba selesai kencan, tiba-tiba Chindy meminta tambahan uang Rp 700 ribu kepada korban.
"Korban yang merasa tidak sanggup bayar diambil handphonenya sama si perempuan ini."
"Lalu pas mau ambil uang di ATM dan kembali lagi ke lokasi korban ribut dengan tersangka Handri Putra alias Ejak yang tak lain suaminya Chindy, " ujar Kompol Tri Wahyudi, Senin (15/11/2021).
Dalam keributan yang terjadi tersangka Handri mengacungkan pisau ke korban dan berusaha melukai korban.
Namun karena tak ingin melawan, korban dan saksi akhirnya melarikan diri dan meninggalkan sepeda motor Scoopy warna merah.
"Pelaku mengambil motor korban kemudian menjual kepada seorang temannya seharga Rp 3 juta ke Baturaja. Bukan hanya sekali mereka sudah mencuri motor pelanggan istrinya sudah dua kali, " jelasnya.
Bahkan Chindy dalam keadaan hamil enam bulan saat menjalani praktek prostitusi.
Kedua pelaku diamankan di tempat terpisah, Chindy diamankan saat sedang melayani seorang pria di kamar kos. Sedangkan Handri diamankan saat berada di kawasan kenten.
Selain kedua pelaku, polisi turut mengamankan Fajar (36) yang berperan sebagai perantara membantu Handri menjual motor ke Baturaja.
Baca juga: Ibu dan Anak Lawan Maling yang Hendak Bawa Kabur Motor, Sempat Tarik-tarikan dengan Pelaku
Baca juga: Kasus Perampokan Gudang Rokok di Solo, Berikut Kronologi Kejadian hingga Dugaan Jumlah Pelaku
Handri mengaku hal ini sudah yang kesekian kalinya, sebelumnya ia sering mengambil handphone korban yang selesai kencan dengan istrinya.
"Kalau motor sudah dua kali pak, sering saya ambil handphone sudah tujuh kali karena korban tidak bisa bayar. Motor Scoopy saya jual ke Baturaja, " kata Handri.
Ia sudah menikah dengan Chindy selama tujuh bulan dan menjalani profesi ini sejak menikah.
"Saya tidak ada pekerjaan lain selain ini, uang ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan untuk dua anak kami, " katanya.
Sedangkan Chindy mengaku saat kejadian ia memang memasang tarif Rp 250 ribu namun korban meminta tambahan durasi kencan sehingga ia meminta uang lebih. Praktek prostitusi sudah dilakoni sejak empat tahun terakhir
"Dia (korban) minta durasi, saya minta uang lebih tapi dia tidak mau, " kata Chindy.
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Wanita Hamil di Palembang Rampok Teman Kencan, Beraksi Bersama Suami, Rampas Hp Bawa Lari Motor
(TribunSumsel.com/Rachmad Kurniawan)