Temuan Peduli Buruh Sumatera Utara, Penghuni yang Direhabilitasi Diduga Dipekerjakan di Kebun Sawit

Koordinator PBSU Willy Agus Utomo menyampaikan, telah berkunjung ke Kantor Pemkab Langkat dan mengunjungi tempat dugaan kerangkeng manusia tersebut

Editor: Eko Sutriyanto
HO/Tribunnews.com
Kondisi para korban yang masih berada dalam kerangkeng di rumah Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin-angin yang kini menjadi tersangka dugaan suap terkait proyek di Pemerintah Kabupaten Langkat. 

Laporan Wartawan Tribun Medan Goklas Wisely

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Tim Peduli Buruh Sumatera Utara (PBSU) membeberkan tujuh fakta di lapangan terkait dugaan kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin.

Lokasi rumah yang ada kerangkengnya itu berada di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat.

Koordinator PBSU Willy Agus Utomo menyampaikan, telah berkunjung ke Kantor Pemkab Langkat dan mengunjungi tempat dugaan kerangkeng manusia tersebut.

"Kita sudah wawancara dengan Asisten 1 Pemkab Langkat, Kadisnaker Langkat, perangkat Desa, warga, dan mantan penghuni rehabilitasi," katanya, Rabu (2/2/2022).

Dari hasil investigasi itu kata Willy, Tim PBSU menyimpulkan tujuh fakta lapangan yaitu;

Pertama, bahwa Bupati Langkat memiliki pabrik kelapa sawit PT Dewa Rencana Peranginangin.

Baca juga: KPK Fasilitasi Komnas HAM Periksa Bupati Langkat Terbit Rencana Soal Kepemilikan Kerangkeng Manusia

Kedua, pabrik tersebut memiliki kerangkeng manusia yang diakui masyarakat sekitar sebagai tempat rehabilitasi pecandu narkoba.

Ketiga, penghuni yang direhabilitasi kurang lebih 48 orang.

Keempat, penghuni yang direhabilitasi tersebut diduga dipekerjakan di perusahaan PKS (perkebunan kelapa sawit) dan perkebunan PT Dewa Peranginangin dengan masa kerja kurang lebih 1 tahun.

"Kelima, mereka dipekerjakan pukul 08.00 s/d 18.00 Wib.

Keenam mereka tidak menerima upah hanya diberi makan dan pooding.

Ketujuh, tidak didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

"Itulah tujuh fakta temuan kami," ujarnya.

Masih kata Willy, berdasarkan hal tersebut, maka elemen serikat buruh di Sumut akan tetap mengawal proses penegakkan hukum yang telah direkomendasikan tim pegawai Pengawas, PPNS dan Mediator Disnaker Sumut.

"Agar kasus dugaan pelanggaran ketenagakerjaan yang sedang viral terjadi di Langkat dapat terkuak secara tuntas," tutupnya. (cr8/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul 7 TEMUAN Tim PBSU terkait Manusia Dikerangkeng di Penjara Khusus Bupati Langkat Nonaktif

Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved