Palsukan Surat Kematian Warga untuk Cairkan BPJS Ketenagakerjaan, Pria di Gowa Raup Rp 42 juta

Kasus penipuan dengan modus memalsukan surat kematian milik warga untuk pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan terjadi di Kabupaten Gowa.

Editor: Endra Kurniawan
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi seorang pria di Gowa lakukan penipuan dengan modus memalsukan surat kematian warga untuk pencarian dana BPJS Ketenagakerjaan. 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus penipuan dengan modus memalsukan surat kematian milik warga untuk pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Diketahui yang menjadi pelakunya adalah pria 31 tahun bernama Ronald Efendi.

Pelaku meraup uang hingga puluhan juta rupiah dari aksinya.

Kini, Ronald sudah ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan pihak kepolisian untuk dimintai pertanggungjawabannya

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rachman mengatakan, tersangka bekerja sebagai wiraswasta atau di LBH Dewan Pimpinan Pusat Amanah Garuda Indonesia.

Ia menjelaskan kronologi pengungkapan kejadian tersebut.

Baca juga: Modus Bayar Utang Pakai Cek Kosong, Pria di Aceh Tipu Teman Rp 150 Juta

Awalnya, tersangka menggelar pertemuan di kantor Desa dan menjanjikan warga untuk mendapatkan bantuan hukum

Tersangka kemudian meminta warga mengumpulkan foto copy KTP dan KK

Lalu, semua KTP dan KK didaftarkan sebagai pegawai LBH Amanah Garuda Indonesia kemudian tersangka berinisiatif mendaftarkannya sebagai pemegang BPJS ketenagakerjaan tanpa sepengetahuan pemilik KTP dan KK.

"Setelah itu tersangka membuat surat keterangan kematian palsu selanjutnya membuat akte kematian yang seolah-olah dikeluarkan oleh Dukcapil Jeneponto kemudian tersangka membuat surat pengantar dari kantor tersangka Dewan Pimpinan Pusat Amanah Garuda Nusantara kemudian diajukan ke BPJS Ketenagakerjaan Gowa," katanya, Selasa (8/2/22).

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved