Gubernur Edy Rahmayadi Sanggupi Usulan PDI Sumut Bangun Patung Bung Karno di Parapat

DPD PDI Perjuangan Sumut menyampaikan usulan agar membangun Monumen Bung Karno di Parapat, Simalungun

Editor: Erik S
TRIBUN MEDAN / ist
Tokoh Proklamator Soekarno di rumah pengasingan di Parapat, Simalungun, Sumatra Utara (Sumut) 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN- DPD PDI Perjuangan Sumut menyampaikan usulan kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk membangun Monumen Bung Karno di Rumah Pengasingan Soekarno yang terletak di Parapat Kabupaten Simalungun.

Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPD Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon yang datang didampingi Sekretaris DPD Dr. Sutarto dan Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting kepada Edy di Rumah dinasnya pada Jumat (11/2/2022).

“Iya, kita tadi sudah sampaikan usulan ke Gubsu, dan beliau menyambut baik usulan tersebut apalagi yang dibangun adalah monument tokoh proklamator yang merupakan founding father bangsa ini yaitu Bung Karno,” ujar Rapidin Simbolon dalam keterangannya.

Rapidin juga mengatakan bahwa Gubsu berjanji akan memberikan dukungan sepenuhnya, terhadap rencana DPD PDI Perjuangan Sumut untuk membangun dan merealisasikan monument tersebut dalam waktu dekat ini.

Baca juga: 8 Korban yang Laporkan Crazy Rich Medan Indra Kenz Alami Kerugian Total Rp 3,8 Miliar

“Kita tunggu saja, semoga secepatnya dapat terealisasi, dan DPD PDI Perjuangan Sumut berterimakasih atas dukungan dari Gubsu tersebut,” ungkap Rapidin Simbolon.

Sejarah mencatat, Bapak Proklamator RI, Soekarno atau Bung Karno pernah menjalani pengasingan di Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mulai 4 Januari 1949.

Bung Karno, bersama dua rekan seperjuangannya, Sutan Sjahrir (Perdana Menteri RI) dan Haji Agus Salim, lebih dulu dibuang ke Berastagi, Kabupaten Karo. Di sana, mereka ditahan sekitar 10 hari.

Baca juga: Indra Kenz Pernah Dipanggil Polda Sumut Terkait Aplikasi Binomo Tahun 2020: Begini Hasilnya

Ketiganya kemudian diasingkan lagi ke kawasan tepi Danau Toba, tepatnya di Parapat.

Rumah pengasingan itu dibangun oleh Belanda pada tahun 1820. Rumah berukuran 10 x 20 meter dengan arsitektur bergaya eropa tersebut berdiri kokoh di atas lahan seluas dua hektare.

Sekarang tempat pengasingan dari sang proklamator tersebut menjadi hertage yang menjadi asset Provinsi Sumatera Utara. (Anugrah Nasution)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul PDIP Sumut Minta Gubernur Edy Rahmayadi Bangun Patung Bung Karno di Parapat

Sumber: Tribun Medan
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved