Populasi Gajah di Bengkulu Diperkirakan Tinggal 50 Ekor

Satu dasawarsa sebelumnya, tercatat ada 16 ekor gajah di Bengkulu ditemukan mati.

Editor: Dewi Agustina
FOR SERAMBINEWS.COM
Dua ekor gajah liar terekam video amatir melintas jalan nasional Bireuen -Takengon, di Kampung Blang Rakal, Bener Meriah, Rabu (1/12/2021) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Achmad Fadian

TRIBUNNEWS.COM, BENGKULU - Populasi gajah di Bengkulu diperkirakan kini hanya tersisa 50 ekor dari sebelumnya sebanyak 150 ekor gajah.

Satu dasawarsa sebelumnya, tercatat ada 16 ekor gajah di Bengkulu ditemukan mati.

Selain itu, catatan kematian gajah bertambah di tahun 2018-2021, setidaknya ada tiga ekor gajah lagi yang mati.

Konsorsium Bentang Alam Seblat, Ali Akbar mengatakan, kawasan ini terfragmentasi di beberapa kawasan hutan.

"Mayoritas kematian gajah ini terjadi secara tidak alami, seperti diracun, ditembak dan diburu," ujar Ali Akbar saat menggelar media brief di Umak Cafe Bengkulu, Kamis (24/2/2022).

Baca juga: 11 Fakta tentang Gajah sebagai Mamalia Darat Terbesar di Bumi yang Terancam Punah

Apalagi saat ini kawasan gajah yang hidup di Bentang Alam Seblat, menjadi hidup kelompok dengan kawasan kecil.

"Kondisi ini memicu turunnya fungsi genetik gajah, yang kemudian bermuara pada cepatnya laju kepunahan gajah di Bengkulu," ungkapnya.

Tahun 2021, dalam payung konsorsium Bentang Alam Seblat ini, merupakan kerja kolaboratif tiga lembaga, non pemerintahan yakni, Yayasan Kanopi Hijau, Yayasan Genesis, dan Lingkar Inisiatif.

Artikel ini telah tayang di Tribunbengkulu.com dengan judul Populasi Gajah di Bengkulu Tinggal 50 Ekor Lagi, Mati Karena Diracun, Tembak, dan Diburu

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved