Analisis BMKG soal Penyebab Banjir di Serang Banten
Banjir di Kota Serang dan Kabupaten Serang telah mengakibatkan ribuan rumah terendam banjir. Ini kata BMKG soal penyebab banjir Serang.
TRIBUNNEWS.COM - Banjir di Kota Serang dan Kabupaten Serang telah mengakibatkan ribuan rumah terendam banjir.
BPBD Kota Serang melaporkan, tiga orang warga dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya dinyatakan hilang pada kejadian banjir di Kota Serang, Banten.
Hingga Rabu (2/3/2022), terdapat 12 desa/kelurahan di 4 kecamatan di Kota Serang yang terdampak banjir.
Sebanyak 2.413 KK yang tinggal di 2.413 rumah masih terdampak banjir dengan tinggi muka air (TMA) bervariasi, antara 50-200 centimeter.
Tiga warga Kota Serang meninggal dalam musibah banjir ini.
Sementara di Kabupaten Serang, banjir menggenangi 19 desa/kelurahan di 10 kecamatan.
Sebanyak 895 unit rumah yang ditinggali oleh 1.527 KK masih terdampak dan sedikitnya 310 jiwa atau 68 KK terpaksa harus mengungsi.
Baca juga: Banjir di Kota Serang: Tiga Warga Meninggal Dunia, Dua Lainnya Hilang
Baca juga: Total 1.288 Rumah di Kabupaten Serang Terendam Banjir
Kata BMKG soal Penyebab Banjir
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, kejadian banjir di Kota Serang dan Kabupaten Serang dipicu adanya hujan intensitas sedang dan ekstrem dengan durasi yang cukup lama.
Menurut BMKG, hujan dengan durasi cukup lama ini diakibatkan beberapa faktor.
Diantaranya kondisi udara yang lembap, suhu muka laut hangat, adanya daerah perlambatan kecepatan angin yang menyebabkan penumpukan massa udara basah di wilayah Provinsi Banten.
Hujan lebat ini menyebabkan Sungai Cibanten meluap dan mengakibatkan terjadi banjir.
Diperkirakan, dalam periode 1-3 hari kedepan, wilayah Banten masih akan dilanda hujan dengan intensitas sedang-lebat.
"Hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat terjadi pada siang dan dini hari menjelang pagi di wilayah Kota Serang, Kab. Serang, Kab. Pandeglang, Kab. Lebak dan sekitarnya," ungkap BMKG dalam unggahan di Instagram @infobmkg.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dengan adanya bencana alam susulan, seperti banjir/tanah longsor.
"Masyarakat yang tinggal di sekitar pegunungan, sungai, dan dataran tinggi serta daerah berpotensi banjir lainnya diimbau untuk hati/hati dalam berkendara, tetap waspada dengan adanya bencana alam susulan, seperti banjir/tanah longsor," jelas BMKG.
Baca juga: Aksi Cepat Kemenhub Bantu Warga Terdampak Banjir Bandang di Serang, Banten
Baca juga: Ratusan Rumah Terendam Banjir di Serang: Warga Mengungsi di Masjid, Butuh Makanan dan Minuman
(Tribunnews.com/Tio)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/banjir-landa-kota-serang-banten_20220302_002846.jpg)