Konflik Rusia Vs Ukraina

Baru 7 Bulan Bekerja di Ukraina, Tempat Kerja PMI Asal Bali Ni Ketut Muliasih Hancur Dibom Rusia

Ni Ketut Muliasih mengaku takut dan tempat ia bekerja sudah tidak ada atau hancur dibom.

Editor: Dewi Agustina
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana kedatangan 26 Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Ukraina asal Bali setibanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Senin (7/3/2022) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, MANGUPURA - Wayan Amin sangat bahagia karena sang istri tercinta Ni Ketut Muliasih dapat kembali pulang dengan selamat di tanah air.

Ya, Ni Ketut Muliasih adalah warga asal Bangli yang sudah 7 bulan bekerja sebagai terapis spa di Ukraina.

Sejak invasi Rusia di Ukraina, Ni Ketut Muliasih hidupnya tak tenang.

Bahkan tempat kerjanya di Ukraina sudah tak ada lagi akibat dibom Rusia.

Tadi malam, Senin (7/3/2022) sekira pukul 19.25 Wita, Ni Ketut Muliasih bersama 25 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Provinsi Bali yang bekerja di Ukraina akhirnya tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,
Mereka menumpang pesawat AirAsia QZ-7518 dari Jakarta.

Sebagian besar memakai masker bermotif merah putih ke-26 PMI ini ke luar dari pintu keluar terminal kedatangan domestik dengan suasana haru bercampur bahagia karena dapat kembali bertemu dengan keluarga.

"Saya sangat bahagia dan tetap bersyukur istri sudah datang dengan selamat, walaupun, kasarnya, bawa uang sedikit. Kalau bagi saya istri sudah kembali dan bertemu dengan anak-anak itu yang jadi harapan saya sebelumnya," ujar Wayan Amin, suami dari Ni Ketut Muliasih.

Baca juga: Sejak Invasi Dimulai, 133 Warga Sipil Termasuk 5 Anak-anak Tewas di Wilayah Kharkiv Ukraina

Wayan Amin mengaku sejak mendengar informasi terkait keadaan di Ukraina bergejolak dengan Rusia, dia berdoa kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar istri sabar dan tetap semangat, kalau ada jalannya pasti bisa pulang.

Sang istri, kata Wayan Amin, mengaku takut dan tempat ia bekerja sudah tidak ada atau hancur dibom.

Padahal dia baru 7 bulan bekerja di sana, tetapi kontrak kerja selama 2 tahun sebagai terapis spa.

Sementara waktu dirinya sebagai suami cukup kali ini memberikan izin istri bekerja lagi sebagai PMI karena sebelumnya sang istri berjanji sekali ini saja bekerja di luar negeri.

"Dia berjanji untuk sekali ini saja karena anak-anak juga sudah besar di rumah, orang tua juga sudah tua biar ada ada yang mengurus anak-anak dan orang tua," ungkap Amin.

Sementara itu Ketut Muliasih setelah ketemu sang suami mengatakan, perjalanan kembali ke tanah air sangat panjang dari Ukraina.

"Perjalanannya sangat panjang dari Ukraina lalu ke Rumania. Di sana sudah sepi orang-orang sudah dievakuasi semua. Kami dievakuasi dari Kota Kiev. Terdengar dari apartemen ledakan," tuturnya lirih.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved