Ketua RT di Kediri Ini Terpaksa Lari Menyelamatkan Diri dari Amukan Pembacok

Nur Kholis Ketua RT 41 RW 12 Dusun Bangunmulyo Desa Pojok, Wates, Kediri Jawa Timur terpaksa menyelamatkan diri

Editor: Erik S
(SURYAMALANG.COM/Farid Mukarrom)
Suasana pasca pembunuhan di Desa Pojok Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Jawa Timur, Senin (7/3/2022) 

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI -  Nur Kholis Ketua RT 41 RW 12 Dusun Bangunmulyo Desa Pojok, Wates, Kediri Jawa Timur terpaksa menyelamatkan diri dari amukan tetangganya.

Nur Kholis dikejar pelaku pembacokan yang membawa celurit. Kejadian tragis tersebut terjadi Senin (7/3/2022) sekitar 12.30 WIB.

Menurut Nurkholis jika saat itu ia mendengar ada keributan di rumah orangtua pelaku.

Lalu ia bersama tetangganya datangi lokasi keributan, dan melihat sudah ada aksi pembacokan.

Tetangga setempat berusaha melerai aksi pelaku, namun yang terjadi mereka justru dapat sabetan celurit.

Baca juga: Pria di Kediri Bacok 10 Orang, Ayah-Ibu, Adik Kandung, hingga Tetangga Jadi Korban, 4 Orang Tewas

Pun termasuk dirinya yang sempat berlarian menyelamatkan diri, dari amukan pelaku.

"Kejadiannya cepat, paling tidak sampai lima belas menit. Kesehariannya orangnya tertutup," ungkapnya.

Sabetan celurit pelaku tak sampai mengenai Nurkholis.

Namun sayangnya, tetangga pelaku jadi korban dari amukan hingga tewas.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Desa Pojok Darwanto.

Saat kejadian itu ada sepuluh orang yang menjadi korban, tiga di antaranya meninggal di lokasi kejadian.

Kemudian tujuh orang yang mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, empat orang memilih pulang.

Baca juga: Penjelasan Kepala Desa Mengenai Pembacokan 10 Orang di Kediri Jatim: Anaknya Pak Sis Mengamuk

"Tiga orang yang masih dirawat di rumah sakit orang tuanya (pelaku) bapak, ibu, sama adik. adiknya yang saat ini kritis," ungkapnya.

Disampaikan, dari informasi yang dia terima, pagi harinya pelaku sempat cek cok dengan ibunya.

Kemudian, kejadian pembacokan terjadi siang hari. Pelaku mengamuk dengan posisi membawa sabit.

"Jadi siapapun yang ada itu dibabat, yang melerai pun ikut dibabat," terangnya. (Penulis: Farid Mukarrom)

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Cerita Ketua RT yang Sempat Dikejar Pelaku Pembacokan di Desa Wates Kabupaten Kediri

Sumber: Tribun Jatim
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved