Laksamana Yudo Dianugerahi Gelar Kesatria Padma Nusantara oleh Keluarga Kerajaan Puri Ageng Blahbatu

Prosesi tersebut dilakukan di atas geladak KRI Surabaya-591 yang berlayar di sekitar Perairan Bali pada Kamis (12/5/2022).

Penulis: Gita Irawan
Dinas Penerangan Angkatan Laut
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menerima penganugerahan gelar Kesatria Padma Nusantara oleh keluarga besar kerajaan Puri Ageng Blahbatu Bali di atas geladak KRI Surabaya-591 pada Kamis (12/5/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menerima penganugerahan gelar Kesatria Padma Nusantara oleh keluarga besar kerajaan Puri Ageng Blahbatu Bali.

Prosesi penganugerahan gelar tersebut melalui penyematan Pin Emas yang dipasangkan tepat di uluhati dengan prosesi pemercikan tirta atau air suci dan doa oleh Ida Pedanda Gede Putra Kekeran.

Prosesi tersebut dilakukan di atas geladak KRI Surabaya-591 yang berlayar di sekitar Perairan Bali dikawal KRI Frans Kasiepo-368 di sebelah kiri, KRI SIM-367 di kanan, dan KRI Gusti Ngurah Rai-332 di belakang pada Kamis (12/5/2022).

Baca juga: KSAL Terima Anugerahan Ksatria Padma Nusantara di Atas Kapal Perang

Baca juga: KSAL Kunjungi Panglima Angkatan Bersenjata dan KSAL Australia Bahas Peningkatan Kerjasama

Penganugerahan gelar tersebut dimaksudkan untuk memberikan penghargaan kepada tokoh yang melindungi, menjaga dan menyejahterakan rakyat.  

Gelar kehormatan Kesatria Padma Nusantara juga merupakan simbolisasi keutuhan seorang pemimpin, dimana seorang pemimpin wajib membumi, menyejukkan, mendamaikan dan menentramkan dan harus selalu ter-koneksi dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam sambutannya, Yudo mengatakan bahwa gelar kehormatan tersebut merupakan representasi dari kegigihan, semangat pantang menyerah, tekad yang kuat dan cita-cita besar seorang Mahapatih Gajah Mada dalam menyatukan seluruh Kerajaan di Nusantara. 

“Hal ini sangat erat kaitannya dengan tugas yang diemban oleh TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI,” kata Yudo dalam keterangan resmi Dinas Penerangan TNI AL pada Kamis (12/5/2022).

Baca juga: 2 Kasus Tahanan Meninggal di Polresta Deliserdang dan Polres Muna, Keluarga Bereaksi hingga Demo

Baca juga: 3 Kasus Polisi Ditikam, Ditombak dan Dipalak Penjambret, Orang Mabuk hingga Pegawai Honorer

Yudo juga mengungkapkan rasa syukur, haru, bangga dan terhormat atas penganugerahan gelar kehormatan oleh kerajaan tertua dan terbesar di Bali yang merupakan Trah Kerajaan Majapahit tersebut.

Kerajaan Majapahit diketahui merupakan salah satu kerajaan maritim yang pada masa jayanya sulit ditandingi oleh kerajaan lain di Nusantara maupun di dunia. 

Sementara itu terkait penganugerahan gelar tersebut, Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh Anak Agung Ngurah Kakarsana mengatakan bahwa tugas KSAL adalah untuk menyatukan provinsi dan menyatukan pulau yang sudah dilaksanakan oleh Maha Patih Gajah Mada ratusan tahun yang lalu.

“Kita percayakan kepada bapak KSAL untuk Nusantara kita ini ke depan bisa tetap kita pertahankannya. Laut kita itu ternyata sangat luas dan sangat kaya, sangat bermanfaat untuk kita semua dapat dipergunakan untuk kesejahteraan," kata Kakarsana.

Baca juga: Meski TNI Setop Penyidikan, KPK akan Bawa Kasus Korupsi Heli AW-101 ke Pengadilan

Tentunya dalam hal ini, lanjut dia, dengan dedikasi KSAL mengamankan teritorial kelautan  dan tentu berkoordinasi dengan semua pihak yang memanfaatkan budi daya kelautan baik pemerintah dan swasta ke depannya. 

"Ternyata sumber daya kelautan  itu nilainya mengalahkan hasil tambang kita, hasil properti yang lain, hasil kekayaan yang lain,” kata Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh menambahkan.

Sebelumnya pada Rabu (11/5/2022) malam, Yudo telah mengikuti tradisi pengangkatan sebagai warga kehormatan Puri Ageng Blahbatuh dengan acara penyematan ”Pin Puri” oleh Penglingsir Puri di Blahbatu, Kecamatan Blahbatu, Gianyar. 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved