Petani Tembakau Wonogiri Teriak Pupuk Bersubsidi Hilang di Pasaran, Ini Respons Pemerintah
Pupuk menjadi salah satu komoditas penting bagi petani, tak terkecuali bagi petani tembakau di Wonogiri, Jawa Tengah.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pupuk menjadi salah satu komoditas penting bagi petani, tak terkecuali bagi petani tembakau di Wonogiri, Jawa Tengah.
Namun, kini para petani menjerit sebab pupuk bersubsidi yang biasa mereka pakai untuk budidaya tembakau menghilang.
"Kami sekarang menangis terkait pupuk subsidi per 1 Juli subsidi ZA, SP 36 tidak bisa terealisasi apalagi teman-teman kita di wilayah yang pasang surut, kasihan mereka yang baru mulai tanam," ujar Petani Tembakau dari Elomoko, Wonogiri, Miswanti saat ditemui usai acara Diskusi Media: Tanam Raya Tembakau di Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis(7/7/2022).
Baca juga: Kisah Petani Tembakau Wonogiri: Bangun Rumah hingga Beli Mobil, Pandemi Datang Langsung Terpuruk
Miswanti pun memohon kepada pemerintah agar pupuk-pupuk bersubsidi tidak dihilangkan dari pasaran.
Sebab katanya jika membeli pupuk non subsidi harganya sangat memberatkan.
"Kami mohon jangan sampai dihapuskan kuota boleh dikurangi tapi jangan dihapus sama sekali harganya Rp 350 ribu per sak," kata Miswanti.
Baca juga: Tembakau Tanaman Rentan Risiko, Pemerintah Siapkan Asuransi Bagi Petani
Menanggapi hal tersebut Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Kementerian Pertanian RI, Ardi Praptono keluhan para petani tembakau akan menjadi masukan bagi pihaknya.
Ia mengaku akan mencari alternatif solusi terhadap kelangkaan pupuk subsidi.
“Ini menjadi masukan kita di pusat nanti bagaimana alternatif yang bisa kita lakukan terhadap ketersediaan pupuk,” ujar Ardi.
Meski begitu lanjut Ardi ia tidak memberikan pasti langkah konkret apa yang akan dilakukan.
Ia hanya berharap pupuk murah bagi petani tetap tersedia.
"Harapan kita sih pupuk tetap tersedia," kata Ardi.(Willy Widianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kegiatan-tanam-raya-tembakau-di-desa-ngadirejo.jpg)