Sepasang Kekasih di Bengkulu Terancam Hukuman Seumur Hidup karena Aborsi Bayi

Satreskrim Polres Bengkulu menjerat sepasang kekasih yang melakukan aborsi menggunakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Editor: Eko Sutriyanto
TRIBUN BATAM
Ilustrasi - Satreskrim Polres Bengkulu menjerat sepasang kekasih yang melakukan aborsi menggunakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ini membuat sepasang kekasih We dan TS terancam hukuman 20 tahun penjara hingga hukuman penjara seumur hidup. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNNEWS.COM, BENGKULU - Satreskrim Polres Bengkulu menjerat sepasang kekasih yang melakukan aborsi menggunakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Ini membuat sepasang kekasih We dan TS terancam hukuman 20 tahun penjara hingga hukuman penjara seumur hidup.

Terdapat bukti kuat bahwa sepasang kekasih tersebut mencoba melakukan pembunuhan berencana terhadap bayi hasil aborsi

Hal ini terjadi saat tersangka We meminta izin kepada pihak rumah sakit untuk buang air kecil di toilet.

Namun ternyata dirinya melahirkan janin yang saat itu berumur 7 bulan. 

Baca juga: Kesal ke Suami Gegara Tak Dibelikan Gurita saat Ngidam, Mahasiswi di NTB Nekat Aborsi Janinnya

"Sesaat setelah melahirkan, tersangka We menghubungi tersangka TS yang merupakan kekasihnya melalu aplikasi whatsapp.

Selama di toilet We menanyakan perihal situasi bayi tersebut kepada TS," ujar Ipda Albeth Salomo Sinulaki Kanit Tipidter Satreskrim Polres Bengkulu, Kamis (7/7/2022).

Dalam percakapan melalui pesan whatsapp tersebut, TS meminta We untuk membuang bayi tersebut ke dalam kloset, namun tidak muat. 

Kemudian TS pun menyarankan untuk memasukkan bayi itu ke dalam plastik dan disembunyikan ke dalam tong sampah namun juga tidak muat karena ukuran bayi yang cukup besar. 

"Akhirnya karena tidak bisa disembunyikan, bayi itu pun diletakkan di sudut kamar mandi setelah dicuci terlebih dahulu didalam bak kamar mandi," tambah Salomo. 

Proses tersebut berlangsung cukup lama hingga 30 menit.

Setelah keluar dari toilet tersangka We pun akhirnya memberitahukan kepada petugas rumah sakit bahwa dirinya telah melahirkan. 

"Dengan adanya bukti chat di aplikasi Whatsapp tersebut, semakin menguatkan kita menyangkakan keduanya telah melakukan pembunuhan berencana dengan hukuman kurungan 20 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati," ungkap Salomo. 

Tersangka We yang sebelumnya tidak dilakukan penahanan oleh pihak Polres Bengkulu mempertimbangkan kondisi kesehatan We yang belum membaik namun saat ini telah kita lakukan penahanan di rumah tahanan Mapolres Bengkulu. 

"We sempat kita tunda penahanannya karena masih dirawat di RS Bhayangkara, namun setelah itu kita lakukan penahanan di Mapolres Bengkulu dengan pengawasan dokter karena kondisinya yang belum stabil, namun sudah dia hari ini sudah tidak dilakukan pengawasan oleh dokter," ujar Salomo. 

Artikel ini telah tayang di Tribunbengkulu.com dengan judul Sepasang Kekasih Pelaku Aborsi di Bengkulu Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana, Ancaman Seumur Hidup

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved