Breaking News:

Gelombang Tinggi Capai 3 Meter di Perairan Pangandaran, Picu Tenggelamnya Kapal Nelayan

Adanya sejumlah kecelakaan laut yang menimpa perahu nelayan dan ditangani SAR Barakuda Pangandaran tidak sampai memakan korban jiwa

Editor: Eko Sutriyanto
IST
ILUSTRASI - SAR Barakuda Pangandaran¬† beberapa kali menangani kecelakaan laut yang menimpa para nelayan di laut perairan Pangandaran imbas cuaca ekstrim 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNNEWS.COM,  PANGANDARAN - SAR Barakuda Pangandaran  beberapa kali menangani kecelakaan laut yang menimpa para nelayan di laut perairan Pangandaran imbas cuaca ekstrim.

Sesuai informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk cuaca di Jawa barat bagian selatan ini khususnya kurang bagus.

Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto mengatakan, mulai hari Senin (11/7/2022) kondisi kecepatan angin itu diatas 10 Knot.

"Ketinggian gelombang mencapai, sekitar 1 hingga 3 meter di tengah laut," ujar Sakio saat dihubungi Tribunjabar.id melalui WhatsApp, Rabu (13/7/2022) pagi.

Akibat hal itu banyak kejadian - kejadian kecelakaan laut terutama di perairan Pangandaran.

Baca juga: Kecelakaan Tunggal Mobil CR-V, Terjun ke Jurang di Pangandaran, Penumpang Luka Parah

"Selain perahu di Pelabuhan banyak yang kerem (tenggelam), yang ditengah juga banyak yang terjadi laka laut. Khususnya, yang sudah dievakuasi SAR Barakuda termasuk hari kemarin (12/7/2022) paginya di pantai Pelawangan Bojongsalawe, perahu milik pak Tono asal Nusakambangan itu terbalik," katanya.

Ia bersyukur, adanya kecelakaan laut yang menimpa perahu nelayan tidak sampai memakan korban jiwa.

"Tidak ada (korban), hanya ada 6 ABK (Anak Buah Kapal) yang kelelahan. Dari 6 ABK, 5 orang sudah pulang dan 1 orang masih  dirawat di rumah sakit. Karena, waktu kejadian perahunya tenggelam, satu orang itu minum air laut yang bercampur bensin (BBM)," ucapnya.

Selain itu, perahu milik nelayan seperti di pelabuhan dan kecelakaan di tengah laut mengalami kerusakan.

 Sakio menyampaikan, untuk kondisi cuaca hari ini (13/7/2022), mungkin angin rada mendingan tapi, kondisi gelombang sangat tinggi.

"Dan menurut prediksi (BMKG), untuk hari Rabu sore sampai hari Jum'at itu gelombang akan tinggi. Dan memang, kondisi angin masih rata-rata diatas 10 Knot," ujarnya.  

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Cuaca Ekstrem di Laut, Sebuah Perahu di Pangandaran Tenggelam Akibat Terhempas Gelombang Tinggi

Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved