Diduga Dirampok, Kepala Sekolah dan Istrinya Ditemukan Tewas di Mamasa, Anak Korban Kritis

Kepala sekolah dan istrinya ditemukan tewas bersimbah darah terjadi di Kabupaten Mamasa. Anak korban juga kritis. Diduga jadi ketiganya dirampok.

nakedsecurity.sophos.com
Ilustrasi kepala sekolah dan istrinya ditemukan tewas di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Korban diduga tewas karena dirampok. 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus seorang kepala sekolah dan istrinya ditemukan tewas bersimbah darah terjadi di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Satu anak korban juga dalam kondisi kritis dengan sejumlah luka di tubuhnya.

Diduga, satu keluarga ini menjadi korban perampokan karena dilaporkan uang yang disimpan korban ikut hilang.

Polisi dari Kepolisian Resor Mamasa sudah turun tangan untuk mengungkap kasus ini.

Berikut informasi lengkap kepala sekolah dan istrinya ditemukan tewas di Kota Mamasa dirangkum dari Tribun-Sulbar.com dan Kompas.com, Senin (8/8/2022).

Kronologi kejadian

Baca juga: Kepsek dan Istri di Mamasa Ditemukan Tewas, Lurah Aralle: Informasinya Ada Uang Hilang

Kejadian bermula anak sulung korban Amanda (20) bangun dari tidurnya pada Minggu (7/8/2022) pagi.

Saat itu ia mendengar rintihan kesakitan dari sang adik yang masih berumur 14 tahun.

Betapa terkejutnya, Amanda menemukan orangtuanya Porepadang (54) dan Sabriani (50) dalam kondisi tewas.

Sementara sang adik dalam kondisi kritis dengan luka-luka di tubuhnya.

Ketiga korban ditemukan dalam ruang nonton keluarga di rumah mereka di Kelurahan Aralle, Kecamatan Aralle, Mamasa, Sulawesi Barat.

Belakangan diketahui, Porepadang merupakan kepala sekolah SMAN 2 Buntu Malangka, Mamasa.

Sedangkan istrinya berstatus ibu rumah tangga.

Baca juga: Pasangan Suami Istri di Mamasa Sulawesi Barat Tewas Diduga Korban Pembunuhan, Sang Anak Kritis

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved