Kritik MUI Terkait Pakaian Camat Payakumbuh Timur Berujung Pencopotan, Dewi: Saya Tidak Telanjang

Mantan Camat Payakumbuh Timur Dewi Novita mengaku heran pakaiannya dikritik MUI tidak sesuai adat basandi syarak

Editor: Erik S
Dokumentasi Pribadi
Dewi Centong, seorang camat Payakumbuh Timur yang kini telah dicopot imbas catwalk ala Citayam Fashion 

TRIBUNNEWS.COM, PADANG - Mantan Camat Payakumbuh Timur, Sumatera Barat, Dewi Novita mengaku heran pakaiannya dikritik Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam video ala Citayam Fashion Week.

Di dalam video catwalk tersebut, Dewi Novita mengenakan pakaian dinas. Namun, pakaian tersebut dinilai kurang cocok.

Baca juga: Camat Payakumbuh Timur Dicopot Karena Bikin Video Ala Citayam Fashion Week: Bermula dari Komen MUI

Akibat dari video tersebut,  Dewi Novita dicopot dari jabatannya.

"Video itu sebenarnya tergantung bagaimana kita menyikapinya, tergantung kita melihatnya dari sudut pandang mana," kata Dewi Novita, Senin (8/8/2022).

Viral videonya berawal dari adanya MUI Payakumbuh berkomentar dalam postingan yang dikirimnya ke akun media sosial pribadinya.

"MUI berkomentar bahwasanya video saya tidak sesuai dengan norma adat, norma agama, tidak sesuai adat basandi syarak dan syarak basandi kitabullah. Baju saya tidak sesuai dengan syariat Islam," kata Dewi Novita.

Ia menyebutkan, seharusnya MUI Payakumbuh seharusnya lebih cerdas menilai nilai norma agama yang dilanggarnya.

"Kalau adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Saya kan tidak bertelanjang, tidak memperlihatkan aurat," kata Dewi Novita.

Baca juga: Kalau Citayam Fashion Week Jadi Digelar Baim Wong, Ini Kata Paula Verhoeven Soal Hadiahnya

Ia juga mengakui pakaian yang dipakainya ikut dikomentari sehingga dirinya tidak terima kareka dianggap telah melanggar Hak Azasi Manusia (HAM).

"Nah, dasar itulah MUI ini mengadukan saya ke Walikota Payakumbuh. Nah, Walikota tanpa ada konfirmasi dan pemberitahuan langsung saja memberhentikan saya sebagai camat Payakumbuh Timur," katanya.

Akhirnya Dewi Novita dipindahkan menjadi Sekretaris Satpol PP Kota Payakumbuh. Ia mengaku tidak ada pemanggilan atau teguran sama sekali sebelum dicopot.

"Sebenenarnya diawal adanya Citayam Fashion Week itu tidak ada masalah. Namun, akhir-akhir muncul masalah seperti mengganggu akses lalu lintas, dan munculnya laki-laki berpakaian perempuan," katanya.

Baca juga: Potret Fashion Show Gubernur Ridwan Kamil dan Bonge di Panggung Apung Situ Rawa Kalong 

Dewi Novita mengatakan, terkait adanya masalah itu tidak ada ajakan untuk siapa-siapa dan hanya membuat konten pribadi.

"Kalau misalnya dikatakan sebagai pejabat publik harus menjaga etika, apakah pejabat publik tidak boleh berkreasi, tidak boleh berekspresi," katanya.

Dewi Novita tidak akan ada mengajukan banding atas pencopotannya sebagai Camat Payakumbuh Timur dan menerimanya dengan legowo.

"Saya menerima, karena jabatan itu adalah amanah dari pimpinan, dan sementara karena bukan untuk seumur hidup," kata Dewi Novita

Penulis: Rezi Azwar

Artikel ini telah tayang di TribunPadang.com dengan judul Viral di Media Sosial, Camat Perempuan Kota Payakumbuh Dicopot Gegara Menirukan Citayam Fashion Week

Sumber: Tribun Padang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved