Breaking News:

20 Santriwati di Bandung Diduga Jadi Korban Pencabulan Pimpinan Ponpes, 1 Santri Lapor Polisi

20 santriwati di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung diduga dicabuli pimpinan ponpes, yang baru melapor hanya 1 orang

ISTIMEWA
Ilustrasi pencabulan - Sebanyak 20 santriwati di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung diduga dicabuli pimpinan ponpes, satu orang melapor. 

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 20 santriwati di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengaku telah mendapatkan perbuatan asusila dari ustaz pimpinan ponpes.

Meskipun mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, santriwati-santriwati itu enggan melaporkan ke kepolisian.

Hingga pada akhirnya, seorang santriwati memberanikan diri melaporkan tindakan cabul tersebut ke kepolisian.

"Kami akan melaporkan suatu kejadian pencabulan di Katapang dimana yang melakukan adalah oknum yang mengatasnamakan dirinya ustaz dengan modus operandi memanfaatkan ketakzimannya antara santri kepada seorang guru pemuka agama."

"Dimana oknum ini menggunakan kesempatan untuk melakukan pencabulan dan pelecehan seksual yang dilakukan di beberapa tempat baik di pesantren maupun di luar (pesantren). Sampai saat ini yang berani melaporkan adalah satu orang."

Baca juga: Melalui TDCAC, Toyota Ajak Anak Indonesia Berkreasi Menggambar Mobil Impian

"Saat ini yang kita tahu ada sekitar 20 korban yang mengaku (mendapatkan tindakan serupa) tapi belum berani melapor ke kepolisian," kata kuasa hukum salah satu korban pencabulan, Deky Rosdiana, dikutip dari Kompas Tv, Kamis (18/8/2022).

Terhadap laporan tersebut, Polresta Bandung membenarkan adanya pencabulan yang dilakukan oleh pimpinan pesantren yang berada di kawasan Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.

Menurut pengakuan para korban, ustaz tersebut telah melakukan perbuatan pelecehan seksual sejak 2016.

Namun saat ini, terduga pelaku pergi meninggalkan ponpes dan kini sedang dalam pencarian.

"Awalnya, pada hari Kamis (11/8/2022), istri dari pemilik pondok pesantren itu menyampaikan bahwa mantan suaminya melakukan perbuatan cabul kepada santrinya, kemudian kami sampaikan, kami membutuhkan kesaksian dari korban."

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved