Tangkal Radikalisme, PBAK 2022 IAIN Ponorogo Usung Tema Moderasi Beragama

Setelah melewati masa pandemi selama 2 tahun, IAIN Ponorogo akhirnya mengadakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) secara offline.

Istimewa
Setelah melewati masa pandemi selama 2 tahun, IAIN Ponorogo akhirnya mengadakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) secara offline. 

TRIBUNNEWS.COM, PONOROGO - Setelah melewati masa pandemi selama 2 tahun, IAIN Ponorogo akhirnya mengadakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) secara offline.

Kegiatan PBAK IAIN Ponorogo itu dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut, dimulai Kamis 25 Agustus 2022 dan akan berakhir di hari Minggu 28 Agustus 2022.

Acara yang ditujukan untuk menyambut kehadiran mahasiswa/I baru tersebut dilakukan di dua lokasi yang berbeda, yakni di kampus 2 Jenangan Ponorogo dan di kampus 1 yang terletak di jl. Pramuka no 156.

PBAK IAIN Ponorogo diikuti oleh kurang lebih 2600 mahasiswa baru yang berasal dari 4 Fakultas.

Yaitu Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FATIK), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Fakultas Syariah (Fasya), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).

Untuk hari pertama dan terakhir adalah PBAK Institut, sedangkan hari kedua dan ketiga adalah PBAK di tingkat fakultas.

Setelah melewati masa pandemi selama 2 tahun, IAIN Ponorogo akhirnya mengadakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) secara offline.
Mahasiswa Baru IAIN Ponorogo mengikuti kegiatab Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) secara offline, Kamis (25/8/2022). (Istimewa)

Baca juga: Daftar 5 IAIN yang Bertranformasi Menjadi UIN Melalui Peraturan Presiden

Adapun tema yang diusung dalam PBAK 2022 IAIN Ponorogo ini adalah “Spirit Moderasi Beragama dan Gerakan Mahasiswa Di Era Distrupsi Digital”.

Hanifah Miftahurrizky selaku ketua panitia PBAK 2022 menyatakan, tema tersebut diusung mengingat maraknya radikalisme di tingkat perguruan tinggi.

“Kami menimang bahwa tema tersebut relevan untuk diusung saat ini, mengingat tingginya angka persebaran paham radikalisme di kalangan mahasiswa” ungkap mahasiswi semester 7 jurusan Manajemen Pendidikan Islam tersebut.

Hal ini sejalan dengan hasil riset LIPI yang menyatakan, tingkat radikalisme di kalangan mahasiswa menunjukkan angka yang memprihatinkan.

Badan Intelejen Negara (BIN) juga melansir sebuah penelitian yang mengejutkan, bahwa di 3 Universitas ternama di Indonesia ditemukan 39 mahasiswa yang terpapar radikalisme.

Wakil rektor 2 bidang Administrasi Umum dan Keuangan Dr. H. Agus Purnomo M.Ag dalam sambutannya, berpesan kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi baru IAIN Ponorogo untuk memperhatikan dan mengikuti acara PBAK dengan baik.

Sebab, dari PBAK inilah mahasiswa baru dapat memahami segala hal berkaitan dengan IAIN Ponorogo.

Lebih lanjut, Agus juga memberi penegasan kepada panitia bahwa tujuan dari PBAK adalah untuk pengenalan akademik kampus, sehingga harus menjauhi perploncoan.

IAIN Ponorogo 2
Setelah melewati masa pandemi selama 2 tahun, IAIN Ponorogo akhirnya mengadakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) secara offline.

Baca juga: Syarat Daftar KIP Kuliah Kemenag 2022 untuk UIN, IAIN, dan STAIN, Pendaftaran Dibuka hingga 30 Juni

Adapun Prof. Dr. Aksin M.Ag selalu Wakil Rektor 3 bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama mengingatkan seluruh mahasiswa IAIN Ponorogo 2022 tentang peran mahasiswa di era distrupsi dengan perkembangan yang serba cepat.

Mahasiswa harus cepat dalam merespon perubahan di sekeliling kita yang juga berubah secara cepat.

Diakhir sambutannya, Aksin menyampaikan terima kasih kepada panitia baik dari Sema maupun Dema IAIN Ponorogo yang telah bekerja keras untuk mensukseskan PBAK 2022. (*)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved