Breaking News:

Cerita Pengalaman Para Menteri Ketika Naik Motor: Pernah Kehabisan Bensin hingga Ditilang Polisi

Cerita dalam pengalaman ini, tentu terjadi sebelum para menteri mengemban tugas menjadi pejabat negara.

Editor: Erik S
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, bersama Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Rektor UGM Prof Ova Emilia melihat pameran motor modifikasi dalam rangkaian kegiatan road safety campaign, di UGM Yogyakarta, Sabtu (27/8/2022) 

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN- Para menteri di kabinet Indonesia Maju memiliki beragam pengalaman lucu ketika sedang mengendarai sepeda motor di Jalan.

Cerita dalam pengalaman ini, tentu terjadi sebelum mereka mengemban tugas menjadi pejabat negara.

Baca juga: Zulkifli Hasan Sebut Nama Bakal Capres PAN Akan Disampaikan ke KIB

Satu di antaranya, diungkapkan Menko Polhukam Mahfud MD. Awalnya Ia menceritakan pengalaman saat awal menjadi mahasiswa, dirinya belum memiliki sepeda motor.

Sehingga kemana- mana harus menggunakan colt kampus. Transportasi publik yang dinilai murah meriah pada zamannya di era tahun 80'an.

"Saya naik motor sekitar dua tahun menjelang selesai (jadi mahasiswa). Dan waktu itu, belum ada, karena belum banyak yang naik motor ya, ndak pake helm ndak papa. Tapi kalau sekarang, jangan sampai," kata kata Mahfud ketika talkshow dalam acara road safety campaign yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan di kampus UGM Yogyakarta, Sabtu (27/8/2022).

Saking gembiranya memiliki motor, kata Mahfud, dirinya pernah mengendarai sepeda motor dari daerah asalnya, Madura hingga ke Yogyakarta.

Sepeda motor di awal tahun 80'an itu, dianggap barang mewah. Belum banyak mahasiswa di Yogyakarta yang memiliki sepeda motor.

Tetapi, perkembangan zaman saat ini hampir semua mahasiswa sudah punya sepeda motor dan sangat berbahaya apabila tidak berhati-hati.

Baca juga: Dijajal Jajaran Menteri, Ini Dia Inovasi Variasi dan Manfaat Mi Sagu

"Sebab itu, rambu-rambu lalu lintas dan pengenalan terhadap jalan yang akan dilalui, karena kadangkala (kontur jalan) juga berbahaya juga. Alat kelengkapan seperti lampu dan sebagiannya supaya diperhatikan benar untuk Keselamatan berkendara. Karena kalau dilihat angka rata-rata kematian tadi, korban kecelakaan lalu lintas lebih banyak dari korban covid-19 meninggal di DIY. Karena itu harus berhati-hati," pesan Mahfud.

Ia kemudian menceritakan pengalaman diirinya mengendarai sepeda motor di jalan. Pada tahun 1980'an, saat sedang mengendarai sepeda motor berboncengan dengan calon istri di Gondomanan sempat melanggar rambu lalulintas dan dikejar oleh petugas Kepolisian.

"Di Gondomanan, saya bawa motor sama calon istri saya yang sekarang. (Lalu) melanggar rambu lalulintas, dikejar sama polisi, kaget kan. Polisi suruh ke pinggir. Ambilkan uang receh. Ini pak, maaf pak. Waktu itu tahun 80an. Kalau Polisi sekarang, nggak," kata Mahfud, diwarnai gelak tawa.

Pengalaman lucu riding bersama calon suami juga pernah dialami Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. Menurut dia, ketika boncengan motor malam Minggu dengan Agus Marsudi, pacarnya kala itu, selalu kehabisan bensin di Jalan.

Baca juga: Soal Harga Pertalite Naik Jadi Rp10.000, Menteri-Menteri Jokowi Bilang Sedang Dievaluasi

"Terus (setelah itu) jalan kaki, karena bensinnya habis," tuturnya.

Cerita pengalaman naik sepeda motor juga diungkapkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Pada masa mudanya, Menteri jebolan UGM ini mengaku sering ngapel pacar menggunakan trail karena motor saat itu dianggap barang mewah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved