KTT G20 Bali

KLHK: Indonesia Fokus Rehabilitasi Mangrove di Presidensi G20

Siti Nurbaya menyatakan bahwa pembahasan mengenai rehabilitasi mangrove di Indonesia menjadi salah satu fokus di KTT G20.

Editor: Erik S
Istimewa
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prof. Dr Siti Nurbaya, di Tahura Ngurah-Rai, Bali. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Hasiolan Eko P Gultom

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Prof Dr Siti Nurbaya menyatakan bahwa pembahasan mengenai rehabilitasi mangrove di Indonesia menjadi salah satu fokus di KTT G20.

Mengingat ada dua kawasan konservasi yang bakal dikunjungi kepala negara di ajang internasional tersebut.

Baca juga: Menkominfo Johnny G Plate Ingin Publikasi KTT G20 Tersampaikan Secara Masif

"Kita fokus dengan rehabilitasi, pelestarian mangrove ini, karena Indonesia bukan hanya ikut dalam agenda perubahan iklim, tapi kita akan memimpin presidensi G20 mendatang, dan ini merupakan komitmen Indonesia,"ujarnya, dalam keterangan resmi di lokasi Tahura Ngurah-Rai, Bali, Kamis (1/9/2022).

Menurut Siti, pembuktian komitmen tersebut bisa dilihat dari aksi nyata yang telah dilakukan.

"Jadi, upaya restorasi hutan mangrove, restorasi hutan gambut, serta merestorasi lahan-lahan kritis di Indonesia.

"Nah, keberhasilan pengelolaan mangrove di Bali ini sekaligus memberikan gambaran pembangunan Indonesia dengan prinsip keseimbangan pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan," ungkapnya.

Adapun Siti berharap, bahwa berbagai pemangku kebijakan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat atas pentingnya mangrove.

Baca juga: Cegah Abrasi di Pesisir Pantura, Prananda Paloh Bersama KLHK Tanam 10 Ribu Bibit Mangrove

"Karena memang jika mangrove ini terjaga, maka keuntungannya akan kembali kepada masyarakat. Misal saja Tahura Ngurah-Rai ini, selain menjadi destinasi wisata, tentunya akan memacu pertumbuhan ekonomi lokal," tutupnya.

Sebagai informasi, Siti Nurbaya terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan restorasi mangrove di berbagai wilayah, baik di Pantai Tirang Semarang, dan sembilan titik di Jawa Tengah, maupun Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Adapun sektor kehutanan menyumbang porsi terbesar di dalam target penurunan emisi gas rumah kaca dengan kontribusi sekitar 60 persen dalam pemenuhan target netral karbon atau net-zero emission.

Baca juga: Balai Gakkum KLHK Tahan Seorang Tersangka yang Gunakan Lahan Sawit Secara Ilegal di Bangka Belitung

Sedangkan Indonesia memiliki luasan mangrove hingga 22,6 persen dari total keeeluruhan dunia, dimana hal ini tentunya memagang peranan penting.

Selain itu, mangrove juga memiliki kemampuan menyimpan cadangan karbon 4 sampai 5 kali lebih besar dari tanaman hutan di daratan.

Sehingga jika semakin banyak lahan mangrove yang dibuka, maka semakin membantu dalam pengendalian iklim.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved