Dua Anak Bawah Umur di Bangka Belitung Jadi Korban Rudapaksa Ayah Tiri dan Kakek Tiri

Kini MN dan RTR pun dijerat dengan pasal 82 ayat 1 dengan hukum penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar

Editor: Eko Sutriyanto
Warta Kota via Tribunnews
Ilustrasi pelecehan seksual - Dua anak di bawah umur, Melati (14) dan Mawar (16) di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung jadi korban rudapaksa dan pencabulan yang dilakukan dua orang dekatnya 

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA -  Dua anak di bawah umur, Melati (14) dan Mawar (16) di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung jadi korban rudapaksa dan pencabulan yang dilakukan dua orang dekatnya.

Selain ayah tiri berinisial MN (47), ternyata mereka juga menjadi korban rudapaksa kakek tirinya.

Diberitakan sebelum Senin (5/9/2022) lalu unit PPA Satreskrim Polres Pangkalpinang, menangkap MN yang tega merudakpaksa anak tirinya, Melati. 

Tak hanya Melati, sepupunya Mawar juga diketahui menjadi korban kejahatan seksual yang dilakukan MN sejak 2016 lalu, atau saat kedua korban masih duduk di bangku sekolah dasar. 

Namun kini hasil pengembangan terungkap Kakek tiri Mawar, nyatanya juga melakukan hal yang sama dengan merudakpaksa Mawar pada 2016 lalu. 

Baca juga: Polisi Tetapkan 8 Orang Sebagai Tersangka Kasus Pencabulan 2 Pelajar di Bogor

"Jadi korban ini sudah di rudapaksa oleh bapak tiri dan kakek tirinya, jadi ada dua pelaku sehingga ibu korban melaporkan kepada kami," ujar Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra, Selasa (6/9/2022). 

Lebih lanjut Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pangkalpinang, Aipda Dewi Yuliansamit saat dikonfirmasi pun juga mengungkapkan hal yang sama. 

Bahkan kakek tiri Mawar berinisial RTR (42) pun langsung diciduk unit PPA yang diback up Tim Buser Naga Satreskrim Polres Pangkalpinang di kediamannya di Kelurahan Kejaksaan, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang. 

"Antara MN dan RTR ini gak ada hubungannya, kalau kakek ini merudakpaksa Mawar.

Sedangkan untuk Melati ini pernah di raba-raba tapi masih kita dalami sejauh mana raba-rabanya," jelas Aipda Dewi. 

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved