Curhat Pilu Soimah, Ibunda AM, Santri Ponpes Gontor yang Tewas Dianiaya: Ak, Maafin Umi ya!

Beberapa hari setelah kepergian AM, santri Ponpes Gontor yang tewas dianiaya, Soimah menulis curhatan berupa kerinduan terhadap sang anak.

Tangkap layar INSTAGRAM/@soimah_didi
Tangkap layar postingan Soimah, ibunda santri asal Palembang yang tewas dianiaya di Ponpes Gontor. Beberapa hari setelah kepergian AM, santri Ponpes Gontor yang tewas dianiaya, Soimah menulis curhatan berupa kerinduan terhadap sang anak. 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah curhatan Soimah, ibunda santri Ponpes Gontor yang meninggal karena dianiaya.

Seorang santri asal Palembang, Sumatera Selatan berinisial AM (17) meninggal dunia di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darussalam Gontor 1, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

AM meninggal dunia pada Senin, 22 Agustus 2022 karena kasus dugaan penganiayaan.

Seminggu setelah kepergian sang anak, Soimah pun menuliskan curahan hatinya (curhat) tentang kerinduannya terhadap sang anak yang dipanggilnya Aak.

Melalui akun Instagram @soimah_didi sebagaimana dikutip Tribunnews.com, Rabu (7/9/2022), Soimah menulis berharap kepergian buah hatinya hanyalah sebuah mimpi.

"Sejak matamu tertutup selamanya Ak, mata ini juga serasa enggan membuka dan masih berharap ini hanya mimpi ! 29082022," tulis Soimah.

Baca juga: Terkait Kematian Santri Ponpes Gontor Tegaskan Tak akan Menutupi dan Tak Halangi Proses Hukum

Pada pagi hari tepat di tanggal kepergian AM, Soimah mengaku sangat rindu pada anaknya tersebut.

Bahkan ia ingin mengunggah foto AM saat diantar menuju kampus baru di Ponpes Gontor.

Namun belum sempat mem-posting, datanglah kabar duka tentang kematian sang anak yang disebutnya meluluhlantakkan jiwa dan raga.

"entah kenapa pagi itu 22082022 Umi tiba2 kangen sekali dengan dirimu dan ingin posting foto saat kupeluk dirimu ketika mengantarmu balik ke kampus baru di G1 setelah sebelumnya di G4."

"Namun, belum sempat umi posting foto kita, kabar duka itu meluluh lantakkan jiwa dan raga ini," lanjutnya.


Tangkap layar postingan Soimah, ibunda santri asal Palembang yang tewas dianiaya di Ponpes Gontor.
Tangkap layar postingan Soimah, ibunda santri asal Palembang yang tewas dianiaya di Ponpes Gontor. (INSTAGRAM/@soimah_didi)

Begitu pula adik AM yang jarang sekali menyebut nama sang kakak, tapi pagi itu, ia menyebut nama AM.

"Begitu juga adek, jarang sekali menyebut namamu, tapi pagi itu tiba-tiba adek memanggil namamu, mungkin saat itu Aak pamit ke adek hendak meninggalkan kita semua," kata Soimah.

Dalam postingan tersebut, Soimah juga mengunggah foto terakhir AM yang diambilnya sesuai permintaan sang anak.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved