Breaking News:

Kepala Desa dan Guru Diminta Gubernur Edy Rahmayadi Tanam Bahan Pokok Demi Tekan Inflasi

Kata Edy Rahmayadi, bahan pokok yang bisa ditanam sendiri  mencegah inflasi diantaranya bawang merah, bawang putih dan cabai merah.

Editor: Erik S
Tribun Medan/Rechtin Hani Ritonga
(ilustrasi) Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meminta ASN (Aparatur Sipil Negara) dan pemerintah desa menanam sendiri bahan pokok di pekarangan rumah atau lahan di desa demi menekan inflasi. 

TRIBUNNEWS.COM, TAPANULI TENGAH-  Kepala desa dan guru di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara diminta menanam bahan pokok di pekarangan rumah demi menekan inflasi.

Anjuran tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi ketika berkunjung ke Kabupaten Tapanuli Tengah.

Baca juga: Wagub Sumut Musa Rajekshah Unggah Baju Berwarna Kuning, Sindiran Untuk Edy Rahmayadi?

Kata Edy Rahmayadi, bahan pokok yang bisa ditanam sendiri  mencegah inflasi diantaranya bawang merah, bawang putih dan cabai merah.

"Saya minta kepala desa dan seluruh guru di Tapteng untuk memulai menanam bahan pokok ini, baik di pekarangan rumah masing-masing dan juga di lahan pertanian," kata Edy Rabu (28/9/2022).

Ia juga meminta para guru mengajarkan siswa cara menanam cabai dan bahan pokok lainnya.

"Kemudian untuk guru saya meminta untuk mengajarkan pada anak didik cara menanam cabai dan lainnya, dan jadikan hal itu sebagai pekerjaan rumah," kata Edy.

Dijelaskan Edy Rahmayadi, saat ini inflasi Sumut hingga Agustus 2022 sudah mencapai 5,39 persen, yang tertingi di Sibolga 6,91 persen dan Padangsidimpuan 6,56 persen, yang harus menjadi perhatian Pemda.

Hal itu disebabkan karena persoalan cabai, bawang putih, bawang merah.

Baca juga: Dianggap Kecil Walau Jadi Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi Pamerkan Video Saat Jadi Jenderal TNI

Di Tapteng, persoalan bahan pokok ini hampir tidak terpenuhi, yang berbanding terbalik dengan luas lahan yang dimiliki, cukup memadai untuk menghasilkan komoditas tersebut.

Karenanya, Edy Rahmayadi berharap, kemandirian pangan ini dapat diperoleh dari desa, karena desa memiliki potensi baik dari alam dan juga SDM.

"Saya harap warga di desa tidak lagi membeli cabai, tapi dapat menjual cabai keluar," katanya.

Mengenai permasalahan korupsi, Edy Rahmayadi mengatakan, saat ini di Sumut masih menduduki peringkat ke-4 yang terbanyak ditangkap KPK.

Ia meminta dengan kegiatan ini nantinya kasus korupsi di Sumut sudah tidak terjadi lagi.

Mengenai data keuangan berdasarkan hasil penilaian Kementerian Keuangan RI, Sumut juga masih perlu ditingkatkan lagi. Untuk Tapteng dana insentif daerah (DID) yang diperoleh hanya sebesar Rp 3 miliar.

Baca juga: Didemo Warga Terkait Kenaikan Harga BBM, Gubernur Edy Rahmayadi Janji Sampaikan Aspirasi

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved