BMKG Catat Sudah 139 Kali Gempa Bumi Goyang Tapanuli Utara: Warga Masih Merasa Was-was dan Ketakutan

BMKG Wilayah I Medan, Sumatera Utara (Sumut) mencatat sudah ada 139 kali gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara hingga Jumat pagi

TRIBUN MEDAN
Rumah ambruk akibat gempa di Desa Hutauruk Parjulu, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Senin (1/10/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN- Pusat Gempa Regional (PGR) 1 Medan pada Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, Sumatera Utara (Sumut)  mencatat sudah ada 139 kali gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara hingga Jumat (7/10/2022) pagi ini.

Tercatat pula sejak Jumat (7/10/2022) pukul 03.08 WIB, sudah terjadi gempa bumi susulan sebanyak 18 kali.

Kekuatan gempa bumi yang terjadi mulai pukul 03.08 WIB itu bervariasi.

Ada yang berkekuatan 1,7 skala richter, hingga berkekuatan 5,8 skala richter.

Dari peta sebaran gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara, guncangan dahsyat dirasakan di wilayah Kecamatan Adiankoting, Sipaholon, Tarutung, dan Pahae Julu.

Kekuatan gempa yang dirasakan di empat kecamatan itu mulai dari 2,0 skala richter hingga 5,3 skala richter.

Dari peta sebaran gempa itu, patahan terjadi mulai dari kawasan Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbahas hingga membentang ke arah Kecamatan Sipaholon, Tarutung, Pahae Julu dan Pahae Jahe, Kabupaten Tapanuli Utara.

Namun, pusat gempa meliputi kawasan Kecamatan Sipaholon dan Tarutung.

Masyarakat panik
Pada Kamis (6/10/2022) sore sekira pukul 15.30 WIB, gempa bumi juga terjadi di kawasan Kabupaten Tapanuli Utara.

 Warga yang tinggal di Kecamatan SIpahutar merasa takut dan was-was.

Sebab, guncangan gempa bumi begitu terasa, hingga membuat barang-barang di dalam rumah warga bergetar dan bergerak.

"Kami trauma karena kejadian sebelumnya. Apalagi guncangannya cukup kuat," kata Ahmad Simanjuntak, warga di Kecamatan SIpahutar.

Ia mengatakan, guncangan gempa sudah beberapa kali terjadi.

Sehingga, kata dia, warga khususnya di Kecamatan Sipahutar terus siaga bila terjadi gempa bumi susulan.

"Lama juga kami berada di luar rumah untuk memantau situasi hingga aman," katanya.

Sementara itu, BMKG Wilayah I Medan dan BNPB terus memberikan peringatan dan imbauan kepada masyarakat untuk tidak panik.

Jika terjadi gempa susulan, masyarakat diminta mencari tempat yang paling aman dan menghindari bangunan yang mungkin rusak akibat gempa.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul SUDAH 139 KALI GEMPA BUMI di Taput, Warga Masih Merasa Was-was dan Ketakutan 

Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved