Gempa Berpusat di Cianjur

Seorang Ibu Hamil Melahirkan di Tenda Pengungsian Dibawa ke RSUD Cimacan, Begini Kronologisnya

Rizky mengatakan, saat ini bayi yang belum diberinama terpisah dari sang ibu karena diduga masih ada jaringan plasenta yang tertinggal dalam rahim

Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Ibriza
dr Rizky Utama saat diwawancarai di Posko Tim Medis RSUD Cimacan, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022) 

Laporan wartawan Tribunnews, Ibriza Fasti Ifhami

TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - Seorang ibu hamil yang melahirkan di tenda pengungsian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan, Kabupaten Cianjur, Rabu (23/11/2022).

Ibu yang berhasil melahirkan anak keempatnya itu adalah Rohmat (35), warga Kampung Pasir Ipis, Sukamulya, Kecamatan Ceugeunang, Kabupaten Cianjur.

Koordinator Lapangan RSUD Cimacan, dr Rizky Utama mengatakan hal itu berawal saat pihaknya menerima laporan bahwa ada ibu hamil yang mengeluhkan mulas ingin melahirkan.

"Kemarin tuh ada ibu yang melahirkan di tenda. Awalnya tim kita menerima ada yang keluhakan mules mau melahirkan," kata Rizky, saat diwawancarai, Kamis (24/11/2022).

Lanjut Rizky, saat diperiksa timnya, ternyata Rohmat telah masuk pembukaan lengkap dan siap melahirkan.

Baca juga: Berharap Uluran Bantuan, Ada 300 Jiwa Pengungsi Masih Terisolir di Kaki Gunung Gede

"Setelah diperiksa di tenda ternyata pembukaan lengkap," ungkap Rizky.

Mengetahui hal itu, Rizky mengatakan, pihaknya segera menolong dan memimpin persalinan Rohmat.

"Jadi oleh tim kita di sana ditolong, dipimlin persalinannya di tenda. Karena mengingat pembukaan sudah lengkap ya. Terus akses juga susah untuk dievakuasi ke rumah sakit. Jadi kita tolong di tenda," jelasnya.

Rizky mengatakan, saat ini bayi yang belum diberi nama itu terpisah dari sang ibu. 

Sebab, kata Rizky, Rohmat harus dirawat di rumah sakit karena diduga masih ada jaringan plasenta yang tertinggal di dalam rahimnya.

"Ibunya itu, dari hasil USG-nya curiga ada sisa jaringan (plasenta). Jadi harus butuh tindakan kuretase," jelas Rizky.

"Kalau anaknya dibawa evakuasi ke sini, jalan macet, susah, kasian nanti hipotermia," tutur pria berbaju biru itu.

Rizky menjelaskan, sang anak tidak perlu diinkubasi karena kondisinya bagus.

"Enggak (perlu inkubasi). Aman anaknya. Kan sudah diases di sana bagus hasilnya," ujarnya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved