4 Fakta 7 Siswa SD Aniaya Adik Kelas hingga Koma: Kronologi, Motif, hingga Pelaku Juga Alami Trauma

7 siswa SD aniaya adik kelas hingga koma di Malang. Perundungan dipicu korban kerap memanggil para pelaku dengan kata-kata tak sopan.

freepik
Ilustrasi bullying di sekolah - 7 siswa SD aniaya adik kelas hingga koma di Malang. Perundungan dipicu korban kerap memanggil para pelaku dengan kata-kata tak sopan. 

TRIBUNNEWS.COM - MWF (7), seorang siswa yang masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD) menjadi korban perundungan.

Peristiwa itu terjadi di sebuah SD di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (11/11/2022) lalu.

Perundungan itu dilakukan oleh 7 kakak kelas MWF yang duduk di kelas VI. Korban dianiaya oleh para pelaku sepulang sekolah.

Akibat perundungan itu, korban mengalami sejumlah luka hingga mengalami penggumpalan darah dan sempat koma.

Terbaru, pihak kepolisian telah mengantongi motif dari pelaku melakukan perundungan terhadap adik kelasnya.

Dihimpun Tribunnews.com, berikut sejumlah fakta aksi perundungan terhadap siswa SD di Malang.

Baca juga: Fakta Bocah SD di Malang Dikeroyok 7 Kakak Kelas, Alami Koma hingga Dugaan Motif Pemalakan

1. Kronologi Kejadian

Mengutip Kompas.com, MWF dianiaya oleh 7 kakak kelasnya saat pulang sekolah di depan sebuah bendungan.

Korban kemudian ditemukan oleh seorang kakek pencari rumput di sekitar lokasi kejadian dalam kondisi lemas.

Beberapa hari setelah kejadian, MWF mengeluh sakit perut, muntah-muntah, dan sakit kepala.

Korban akhirnya dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan sejak Rabu (16/11/2022).

Berdasarkan hasil CT scan, terdapat gumpalan darah di otak korban.

"Kalau kondisi anaknya saat ini jauh lebih baik, sudah sadar dan mau makan," kata Edi Subandi, ayah korban, Kamis (24/11/2022).

2. Alami Trauma dan Minta Pindah Sekolah

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved