Gempa Berpusat di Cianjur

Akses Jalan Masih Jadi Kendala Pendistribusian Logistik Korban Gempa Cianjur  

Jalur menuju Kampung Cisarua, Desa Serampad, Cugenang, Cianjur perlu usaha ekstra supaya bantuan logistik tersalurkan

Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
Warga Kampung Cisarua, Desa Serampad, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat saat bergotong royong membawa logistik dari mobil bantuan yang tidak bisa melewati jalan rusak akibat gempa, Rabu (30/11/2022). (Mario Christian Sumampow) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Mario Christian Sumampow

TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - Distribusi logistik terhadap korban gempa Cianjur masih terkendala. Terkhusus untuk wilayah terdampak yang jauh dari jalur utama.

Sebab, jalur menuju wilayah tersebut mempunyai akses jalan yang kecil dan berkelok sehingga mobil pembawa logistik harus antre dan tak jarang terjadi kemacetan di beberapa titik menuju wilayah terdampak gempa.

Seperti halnya jalur menuju Kampung Cisarua, Desa Serampad, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat. Perlu usaha ekstra supaya bantuan logistik yang diangkut menggunakan mobil bisa tersalurkan.

Berdasarkan pemantauan Tribunnews, jalan di dekat Desa Serampad begitu rusak akibat gempa. Bahkan tak bisa dilalui oleh mobil pembawa logistik.

Baca juga: Bantuan Terbatas, Logistik Dijarah, Korban Gempa Cianjur Manfaatkan Wortel Busuk Diolah Jadi Makanan

Sehingga supaya bantuan logistik tetap bosa sampai, baik tim yang mengantarkan bantuan dan beberapa warga sekitar bergotong royong mengangkut bantuan logistik dari mobil ke posko dengan berjalan kaki.

"Iya, jalan rusak. Mobil enggak bisa dipaksa masuk. Sedangkan jalan yang satunya ditutup beko. Jadi warga digotong warga saja bantuannya," kata Ketua RT Kampung Cisarua, Desa Serampad, Rabu (30/11/2022). 

Sehingga semua bantuan tetap dapat tersalurkan dengan aman, hanya saja perlu lebih banyak waktu untuk menyelesaikannya.

Hingga saat ini mobil bantuan logistik dan keperluan untuk korban gempa masih hilir mudik di kawasan Cianjur dan sekitarnya termasuk ke Desa Serampad. 

Untuk diketahui, bupati Cianjur Herman Suherman mengungkapkan adanya penambahan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bermagnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan sekitarnya pada Senin (21/11/2022).

]Per Rabu (30/11/2022) sore, terdata ada penambahan satu jenazah yang ditemukan sejak pencarian hari kemarin.

“Hari ini ada penambahan penemuan pencarian yaitu didapatkan satu orang sehingga yang meninggal dunia bertambah menjadi 328 jiwa,” ujar Herman dalam konferensi pers seperti dilihat di YouTube BNPB Indonesia, Rabu.

Dengan penambahan itu, menurutnya, jumlah korban yang masih hilang berjumlah 12 orang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved