Breaking News:

Helikopter Polri Jatuh di Belitung

Jenazah Aipda Joko Mudo Diterbangkan ke Jakarta, Jasad Pilot AKP Arif Rahman Saleh Belum Ditemukan

Jenazah Aiptu Anumerta Joko Mudo, kru helikopter NBO 105/P-1103 yang jatuh di perairan Belitung Timur, diterbangkan ke Jakarta.

Editor: Dewi Agustina
Ist/dok Basarnas
Aqua Eye, alat canggih yang digunakan Basarnas Pangkalpinang dalam proses pencarian korban Helikopter NBO-105/P-1103 yang jatuh di perairan Belitung Timur. Jenazah Aiptu Anumerta Joko Mudo, kru helikopter NBO 105/P-1103 yang jatuh di perairan Belitung Timur, diterbangkan ke Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, BELITUNG - Jenazah Aiptu Anumerta Joko Mudo, kru helikopter NBO 105/P-1103 yang jatuh di perairan Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, Jumat (2/11/2022) pagi dipulangkan ke Jakarta.

Upacara pemulangan dipimpin langsung Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Yan Sultra di Base OPS Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan.

Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Yan Sultra melalui Kabid Humas Polda Bangka Belitung Kombes Pol Maladi, mengatakan, jenazah Aiptu Anumera Joko Mudo diberangkatkan dari Bandara Hanandjoeddin ke Mako Ditpoludara Pondok Cabe, Jakarta, menggunakan pesawat milik polri.

"Kemudian, rencananya akan dilaksanakan juga upacara pelepasan dari dinas ke kekeluarga di Mako Ditpoludara," kata Maladi kepada Bangkapos.com, Jumat (2/12/2022) di Mapolda Babel.

Baca juga: Kendala Cuaca Halangi Pencarian Helikopter NBO-105/P-1103 yang Jatuh

Aiptu Anumerta Joko Mudo juga mendapatkan kenaikan pangkat dari Aipda menjadi Aiptu.

"Jenazah Joko Mudo ditemukan Selasa 29 November 2022 sekitar pukul 23.00 WIB, di lokasi Karang Sewa. Kurang lebih 15 mil ke arah timur dari Pulau Bukulimau, atau 4 jam dari ASDP Manggar, oleh nelayan bagan asal Tanjung Binga, Kabupaten Belitung," jelasnya.

Pencarian pilot terkendala cuaca ekstrem

Sementara itu Tim SAR Gabungan terus berupaya mencari keberadaan Kapten Pilot Helikopter NBO/P-1103 AKP Arif Rahman Saleh yang jatuh di perairan Belitung Timur pada Minggu (27/11/2022) lalu.

Upaya pencarian dilakukan dengan dengan sejumlah cara dan peralatan.

Selain menggunakan scan sonar di KRI Spica-934 milik TNI AL, ada juga alat canggih lain untuk mendeteksi keberadaan korban, yaitu alat milik Basarnas Pangkalpinang bernama Aqua Eye.

Selain itu, pada Jumat (2/12/2022) pagi, Tim Selam Polri juga diturunkan.

Ada delapan penyelam yang diturunkan untuk melakukan pencarian di dasar perairan.

Titik koordinat penyelaman jatuhnya pesawat sudah ditentukan oleh Tim SAR Gabungan.

Baca juga: Daftar Peralatan Canggih yang Dikerahkan TNI AL Cari Helikopter Polri yang Jatuh di Belitung

"Tentunya kita bersama-sama berdoa agar satu kru yang belum ditemukan segera ditemukan," kata Kabid Humas Polda Bangka Belitung Kombes Pol Maladi di Ruang Media Center Bid Humas, Jumat (2/12/202).

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved