Gempa Berpusat di Cianjur

Pemkab Cianjur Usul Perpanjangan Masa Pencarian Korban Gempa Cianjur Hingga 3 Hari ke Depan

Pemerintah Kabupaten Cianjur mengusulkan perpanjangan masa operasi pencarian korban gempa selama tiga hari ke depan.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
Pemerintah Kabupaten Cianjur mengusulkan perpanjangan masa operasi pencarian korban gempa selama tiga hari ke depan. Foto warga Kampung Cisarua, Desa Serampad, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat saat bergotong royong membawa logistik dari mobil bantuan yang tidak bisa melewati jalan rusak akibat gempa, Rabu (30/11/2022). (Mario Christian Sumampow) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Cianjur mengusulkan perpanjangan masa operasi pencarian korban gempa selama tiga hari ke depan.

Hal tersebut mengingat masa perpanjangan ke-2 untuk operasi pencarian korban hilang telah berakhir pada hari, Sabtu (3/12/2022) kemarin.

"Terkait dengan pencarian korban hilang, kami telah mengusulkan kepada Basarnas untuk diperpanjang lagi selama tiga hari setelah sebelumnya sudah ada 2 kali perpanjangan," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Daerah Kabupaten Cianjur, Cecep S Alamsyah, Sabtu (3/12/2022).

Cecep juga mengatakan untuk operasi pencarian korban hilang akan terus dilakukan hingga semua korban ditemukan.

Baca juga: Sudah Lansia dan Sakit Jantung Penyebab Mang Odin Tak Bisa Lari Saat Gempa Guncang Cianjur

Hingga Sabtu (3/12/2022), korban meninggal dunia pascagempa bumi Kabupaten Cianjur bertambah menjadi 334 jiwa.

Penambahan tersebut berdasarkan penemuan tim gabungan yang berhasil menemukan 3 jenazah, yang mana 2 jenazah ditemukan di Desa Cijedil, dan 1 lainnya ditemukan di kawasan Warung Sate Shinta.

Dengan demikian, total korban yang masih dalam pencarian saat ini tersisa 8 orang.

Jumlah rumah rusak tervalidasi sementara hingga pukul 15.00 WIB hari ini tercatat 35.601 unit dengan rincian rusak berat 7.817, rusak sedang 10.589, dan rusak ringan 17.195.

Pemerintah menyediakan anggaran 500 ribu rupiah/KK yang dapat digunakan untuk menyewa rumah sementara bagi para korban terdampak atau yang disebut dengan Dana Tunggu Hunian yang berasal dari APBN.

"Kami mempertimbangkan para korban agar tidak berlama-lama di pengungsian. Uang tersebut dapat dimanfaatkan warga terdampak untuk menyewa rumah sementara," kata Cecep.

Baca juga: Tim SAR Gabungan Temukan Satu Jenazah Wanita Korban Gempa Cianjur di Dekat Musala Desa Cijedil

Saat ini sedang dilakukan pendataan untuk memetakan siapa-siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan 500 ribu tersebut.

Berjalan bersamaan dengan pendataan tersebut, Posko Utama masih terus melakukan pendistribusian bantuan logistik maupun peralatan kepada warga terdampak.

Saat ini, warga juga dapat mengambil langsung bantuan di gudang-gudang logistik yang ada di Gudang Bale Rancage, Gudang BPBD Kabupaten Cianjur, dan Gudang Unilever.

Saat ini, pengelolaan gudang dan distribusi logistik kepada warga terdampak sudah sepenuhnya diserahkan Posko Utama yang dipimpin Bupati dan didukung jajaran Forkompimda Kabupaten Cianjur.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved