Sabtu, 30 Agustus 2025

Kerusuhan di Wamena Papua

Pembakaran Kios dan Kerusuhan di Wamena, Aktivis HAM Sebut 9 Orang Tewas dan 17 Luka-Luka

Aktivis HAM, Theo Hesege mengaku baru pulang dari rumah sakit dan untuk melihat jenazah dan warga yang luka-luka

Editor: Eko Sutriyanto
Tribun-Papua.com/Arny Hisage
TERPROVOKASI - Massa membakar kios milik warga perantau di Kampung Lantipo, Distrik Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Kamis (23/2/2023) siang. Warga terprovokasi isu penculikan anak. 

TRIBUNNEWS.COM, PAPUA - Kerusuhan pecah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Kamis (23/2/2023).

Kerusuhan tersebut terjadi di Kampung Sapalek, Jalan Trans Papua, Wamena.

Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari aparat keamanan mengenai jumlah korban.

Aktivis HAM, Theo Hesegem mengatakan sebanyak 9 orang meninggal dunia akibat kerusuhan tersebut.

Sementara belasan orang lainnya mengalami luka-luka.

“(Korban) yang luka-luka kurang lebih 17 orang. Saya baru pulang dari rumah sakit dan untuk melihat jenazah dan warga yang luka-luka,” kata Hesegem kepada Tribun-Papua.com.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo kerusuhan di Wamena terjadi sekitar pukul 12.30 WIT yang dipicu isu penculikan anak yang hingga kini belum jelas kebenarannya.

Baca juga: Pelaku Kerusuhan di Wamena Papua Pegunungan Serang Aparat yang Coba Menenangkan Masyarakat

“Kami mendapatkan informasi bahwa ada sebuah mobil tujuan Kampung Yomaima yang ditahan oleh masyarakat di Kampung Sinakma. Diduga sopir mobil tersebut adalah oknum penculikan anak, sehingga ini yang membuat kehebohan di tengah masyarakat,” ungkap Benny.

Sebelumnya diberitakan, isu tersebut berisi adanya dugaan penculikan anak oleh perantau di darah Distrik Napua.

Dalam informasi yang beredar di WhatsApp, pelaku disebut menggunakan mobil pick-up.

 Disebutkan juga dalam informasi tersebut bahwa polisi berupaya melindungi pelaku.

Belum diketahui kebenaran soal informasi tersebut. Namun kabar tersebut diduga hoaks.

Sementara Kapolres Jayawijaya AKBP Hesman S Napitupulu mengatakan aparat keamanan sempat diserang oleh massa saat kerusuhan pecah.

Hesman mengungkap, massa menyerang aparat yang saat itu sedang berupaya menenangkan masyarakat yang sudah terlanjur emosi akibat isu tersebut.

“Saat berusaha menenangkan massa, kami diserang dengan batu yang dilemparkan kepada anggota, hingga kami memberikan tembakan peringatan untuk memukul mundur namun tak diindahkan dan massa semakin berulah sampai membakar beberapa bangunan ruko,” ungkap Hesman.

Kerusuhan tersebut sempat membuat terjadinya gangguan keamanan di Wamena.

Baca juga: Situasi Wamena Mencekam, Warga Trauma Kerusuhan Tahun 2019 Terulang

Hesman mengatakan saat ini aparat gabungan masih berjaga di lokasi kejadian.

Aparat yang berjaga adalah personel Polres Jayawijaya bersama BKO Brimob yang dibantu personel BKO Kodim 1702 Jayawijaya.

Hesman juga menegaskan pihaknya akan mengusut kasus tersebut termasuk sosok yang pertama kali menyebar isu soal penculikan anak.

“Untuk kasus ini akan kami selidiki penyebab awal dan siapa saja dalangnya hingga membuat kericuhan. Kami juga saat ini masih berupaya menenangkan massa,” ucapnya.

Sementara untuk kerugiaan materiil, Hesman mengaku belum mengetahui secara pasti.

"Untuk kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian ini akan kami dalami."

wamena23
Tampak aparat keamanan saat melakukan diskusi untuk meredam amarah warga akibat isu penculikan anak yang mengakibatkan pembakaran terhadap sejumlah kios dan ruko di di Kampung Sapalek, Jalan Trans Irian, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (23/2/2023).

Hesman juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya suatu informasi yang belum pasti kebenarannya apalagi hingga menyebarkannya ke orang lain.

Kerusuhan di Wamena tersebut sempat membuat situasi mencekam.

Banyak warga ketakutan dan trauma kerusuhan 2019 terulang.

Diketahui, kericuhan besar pernah terjadi di Wamena pada 2019.

Dalam kerusuhan Wamena 2019, puluhan orang tewas dan ribuan warga mengungsi karena ketakutan. (Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara/Arni Hisage) (TRibun Papua/Astini Mega Sari)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul 6 Fakta Kerusuhan di Wamena, Massa Serang Aparat dan Bakar Ruko hingga 9 Orang Tewas

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan