Selasa, 2 Juni 2026

Pilpres 2024

Kunjungi Pabrik Rokok di Malang, Ganjar Mengaku Senang Bisa Diskusi dan Bercanda dengan Pekerja

Ganjar Pranowo menyempatkan diri mengunjungi pabrik rokok sigaret kretek tangan (SKT) di Jalan Terusan Batu Bara, Malang, Jumat (13/10/2023).

Tayang:
Editor: Adi Suhendi
Istimewa
Ganjar Pranowo saat mengunjungi pabrik rokok sigaret kretek tangan (SKT) di Jalan Terusan Batu Bara, Malang, Jumat (13/10/2023). 

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Bakal Calon Presiden Ganjar Pranowo dalam safarinya di wilayah Jawa Timur, Ganjar Pranowo menyempatkan diri mengunjungi pabrik rokok sigaret kretek tangan (SKT) di Jalan Terusan Batu Bara, Malang, Jumat (13/10/2023).

Kedatangan ke pabrik tersebut dalam rangka mendengarkan masukan dan bersilaturahmi dengan para pekerja pabrik.

Kedatangan Ganjar pun disambut karyawan pabrik.

Mereka ada yang mengajak berswafoto hingga hanya ingin bersalaman.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar pun mencoba cara mencetak rokok menggunakan mesin manual.

Ia didampingi seorang buruh yang memberikan instruksi cara mencetak sebatang rokok.

Ganjar pun tampak kegirangan ketika berhasil mencetak sebatang rokok.

"Yihi! Saya dulu tidak bisa-bisa," ujar Ganjar kegirangan setelah berhasil membuat sebatang rokok kretek.

Ganjar mengaku pernah mencoba mencetak rokok di Jawa Tengah.

Baca juga: Ganjar Menginap di Rumah Warga Tasik, Pakar Komunikasi Politik: Dia Tidak Sedang Bersandiwara

Hanya saja, ia tidak pernah bisa berhasil mencetaknya.

Baru di Kota Malang ini ia berhasil mencetak sebatang rokok.

"Saya dulu pernah cetak tapi remuk terus saat di Jawa Tengah. Ini tadi diajari tekniknya, langsung bisa. Mereka memang punya keterampilan sendiri," ujarnya.

Setelah mencetak rokok, Ganjar menyapa sejumlah buruh yang lain.

Ia berinteraksi dengan sejumlah buruh.

Ganjar menanyakan sejumlah hal seperti sudah berapa lama buruh bekerja dan sudah gajian atau belum.

Baca juga: Pengamat Nilai Naiknya Elektabilitas Ganjar di Banten Pertanda Mesin Politik PDIP Mulai Dipanaskan

Dalam pernyataannya, Ganjar mengetahui ada buruh yang sudah bekerja antara 20 sampai 30 tahun.

Setelah melakukan kunjungan, Ganjar mengaku senang bisa bercanda dengan para buruh di pabrik tersebut.

“Kami senang bisa bercanda dengan para buruh. Bisa senang pengusahanya juga memberikan kesempatan kepada mereka (buruh) untuk break sejenak bertemu saya,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, industri karya seperti ini harus dipertahankan agar tetap menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Kita akan menjaga iklim hubungan industrial dengan baik, agar kesempatan kerja ini betul-betul bisa di dapat,” kata Ganjar.

Hanya saja, menurut Ganjar semua pihak harus duduk bersama untuk mencari jalan keluar agar industri ini bisa bertahan di tengah isu produk tembakau yang akan diatur di dalam beberapa pasal.

Diketahui pemerintah sedang menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang menjadi mandat dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Salah satu bagian RPP yang sedang disusun yakni pengamanan zat adiktif berupa produk tembakau sebagaimana mandat Pasal 152 UU tersebut.

“Tentu kita terus mencari jalan keluar yang terbaik, bagaimana industri rokok bisa bertahan dan tentu saja dengan regulasi memang sekarang tidak mudah karena persaingan globalnya terjadi seperti itu,” jelas Ganjar.

Lebih jauh, Ganjar menilai produksi pembuatan tembakau seperti ini merupakan industri yang menyerap banyak tenaga kerja.

Sehingga, perlu adanya regulasi yang bisa melindungi para petani tembakau.

“Ini penting sekaligus akan melindungi kawan-kawan petani tembakau yang sudah bercerita susah payah selama ini untuk bisa mempertahankan produk ini atau komuditas sejak jaman sebelum merdeka,” kata Ganjar.

Sebagian dari artikel ini telah tayang di SuryaMalang.com dengan judul Ganjar Pranowo ke Pabrik Rokok di Malang, Tegaskan Berpihak Pada Industri Rokok

Sumber: Surya Malang
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved