Jumat, 29 Agustus 2025

Soal Tersangka Pembuang Bayi yang Tewas di Gresik, RS Ungkap Fakta BPN Alami Dehidrasi

Pihak rumah sakit menyebut, BPN datang dengan kondisi gagal jantung, dehidrasi berat, dan penurunan kesadaran.

TRIBUNJATIM.COM/WILLY ABRAHAM
Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom saat menanyai BPN, pelaku pembuang bayi. Kini BPN dikabarkan meninggal dunia. 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah fakta terbaru soal kematian BPN (24), tersangka pembuangan bayi di Gresik, Jawa Timur.

Diketahui, BPN dikabarkan meninggal seminggu setelah berada di Rumah Tahanan Kelas II B Gresik.

BPN, disebut sempat sesak napas dan lemas sebelum dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina Gresik.

Pihak rutan pun menyebut bahwa BPN tewas karena serangan jantung.

Dr Soni selaku Direktur RS Ibnu Sina mengatakan, BPN datang ke rumah sakit dalam kondisi henti jantung atau cardiac arrest.

Selain itu, ia juga menyinggung soal korban datang dengan kondisi dehidrasi berat.

Baca juga: Tersangka Kasus Pembuangan Bayi di Gresik Meninggal, Keluarga Curiga hingga Kata Kepala Rutan

"Cardiac arrest, masuk dengan dehidrasi berat dan penurunan kesadaran," ujarnya, dikutip dari TribunJatim.com, Senin (30/10/2023).

Soni belum bisa memastikan penyebab kematian BPN, apakah karena henti jantung atau hal lainnya.

"Belum bisa dipastikan, pasien datang dalam kondisi kesadaran menurun, dehidrasi berat dan cardiac arrest (jantung berhenti berdenyut)" katanya.

Keterangan Pihak Keluarga

BY, paman dari BPN sebelumnya mangatakan bahwa tak percaya kalau keponakannya meninggal karena jantung.

"Keponakan saya tidak punya riwayat jantung. Kenapa kepala rutan bilang itu, keluarga mendapat informasi kalau almarhum BP dilarikan ke rumah sakit. Saat tiba di RSUD Ibnu Sina Gresik, keponakan saya sudah meninggal dunia," ucap BY.

Ia mengatakan, dari info yang ia dapatkanl, BPN dehidrasi.

"Kata dokter itu karena dehidrasi kekurangan air," ujarnya, Sabtu (28/10/2023).

Mengutip TribunJatim.com, selama di dalam rutan, kata BY, BPN kerap menelpon ibunya.

BPN disebut kerap mengeluhkan kekurangan dan kesulitan air.

Baca juga: Pasangan Tersangaka Pembuangan Bayi Menikah di Kantor Polisi, Polres Gresik Fasilitasi Pernikahan

Namun, setelah seminggu berada di Rutan Kelas IIB Gresik, BPN meninggal dunia.

"Masuk Rutan Gresik belum seminggu nyawanya sudah melayang (meninggal dunia)," katanya.

BY pun menceritakan, BPN menelpon ibunya menggunakan ponsel milik tahanan pendamping (Tamping).

Ia menyebut, BPN mengeluh soal ruangan karantina yang sesak dan kurang air minum maupun air bersih untuk mandi dan buang air.

Penjelasan Pihak Rutan

Kepala Rutan Kelas II B Gresik, Disri Wulan Agus Tomo mengungkapkan, korban mengeluh sesak napas sebelum dibawa ke rumah sakit.

Pihak rutan, kata Disri, langsung merujuk BPN ke RSUD Ibnu Sina untuk mendapatkan tindakan medis.

Baca juga: Pekerja Proyek Pergudangan di Gresik Tewas Setelah Terjatuh dari Atap Setinggi 5 Meter

"Kami memposisikan sebagai orangtua, jadi ketika ada warga binaan yang sakit, kita berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pertolongan. Waktu kejadian ananda Belva mengeluh sesak nafas, kita langsung melakukan pertolongan dengan merujuk ke rumah sakit terdekat," ujar Disri, dikutip dari Kompas.com.

Disri juga mengatakan, pihak rutan sudah sesuai prosedur, termasuk mencukupi kebutuhan makan dan minum.

"Kami sudah sesuai prosedur, memberikan makan dan minum, sama semuanya. Termasuk air minum, itu sudah tercukupi semua," ucap Disri.

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJatim.com, Willy Abraham)(Kompas.com, Hamzah Arfah)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan